Berita Badung

BBI Baha Akan Dirombak Total, Dinas Perikanan Badung Butuh Dana Kisaran Rp 35 M

BBI Baha Akan Dirombak Total, Dinas Perikanan Badung Butuh Dana Kisaran Rp 35 M Untuk Bangun Kawasan Wisata Ikan Air Tawar

Tribun Bali/ I Komang Agus Aryanta
Kondisi Perbenihan Ikan Air Tawar yang terletak di Desa Baha, Kecamatan Mengwi Badung yang saat ini belum rampung. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Proyek Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Desa Baha, Kecamatan Mengwi Badung sudah lama tidak kunjung dilanjutkan oleh pemerintah setempat. Kendati demikian, Dinas Perikanan Kabupaten Badung kabarnya akan merombak total proyek yang baru berjalan 30 persen tersebut.

Kawasan BBI itu sudah dirancang tidak hanya digunakan untuk pembibitan ikan saja. Namun akan dijadikan Kawasan Wisata Ikan Air Tawar (Kasta Arwana) Kabupaten Badung. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana yang dikonfirmasi Senin 28 November 2022 mengakui jika Kasta Arwana akan dibangun dan saat ini sudah sedang di rancang. Nantinya di kawasan Baha tersebut akan menjadi strategi pengembangan pembenihan Ikan air tawar mina agro wisata.

"Nanti kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait seperti UMKM, Dinas Pendidikan dan yang lainnya untuk menjadikan lokasi itu sebuah tempat yang tidak hanya untuk perbenihan saja. Namun bisa mendukung sektor pariwisata yang berorientasi kepada perikanan," jelasnya.

Pikaknya mengakui kondisi air di wilayah tersebut sangat Bagus, terlebih berada di wilayah pariwisata, seperti Taman Ayun dan Desa Wisata Baha. Sehingga nantinya diharapkan mampu menopang pariwisata di Gumi Keris.

"Jadi itu kan satu jurusan Wisata Taman Ayun, makanya nanti juga harus ada kuliner, tempat belajar bagi anak-anak untuk bisa membudidayakan ikan air tawar. Termasuk juga penting ada perpustakaan dan Aula," bebernya.

Pihaknya mengaku, tidak hanya fokus pada pembibitan ikan mujair, kakap dan nila saja. Namun nantinya juga akan ada kolam untuk mengembangkan ikan air tawar yang sudah mulainpunah keberadaannya.

"Contohnya, di Bali ada ikan tawas, ikan nyalian dan yang lain itu sudah jarang kita temukan. Tapi disana akan kita kembangkan, untuk tempat belajar anak-anak," bebernya.

Disinggung mengenai konsep pembangunan sebelumnya, pihaknya mengaku tidak akan menggunakannya. Pasalnya ini merupakan konsep baru yang baru dirancang. Bahkan tahun 2023 mendatang pihaknya belum bisa langsung merealisasikan.

"Kita akan buatkan konsep, sesuai dengan konsep terkini. Kalau dulu disana dikonsep kolam saja, tapi sekarang kita konsep menjadi agro wisata," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan untuk pembangunan agro wisata atau Kawasan Wisata Ikan Air tawar itu perncanaannya akan dilakukan di tahun 2023 mendatang. Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik akan dilakukan pada tahun 2024.

"Kita berharap tidak ada masalah. Konsep ini akan kita ajukan ke pimpinan dulu, karena ini sejalan dengan pariwisata yang ada di Badung," ucapnya.

Disinggung mengenai pembiayaan, Nyoman Suardana mengaku akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 35 Miliar sampai Rp 40 M. Namun hal itu bisa dipastikan setelah sudah dilakukan DED.

"Nanti disana tidak hanya kolam ikan yang ada sekarang saja, namun perlu ada pembangunan kolam baru untuk konsep yang baru. Termasuk nanti akan ada kantor  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbenihan Ikan Air Tawar, memgingat sekarang namanya bukan BBI lagi sesuai nomenklatur yang baru," imbuhnya sembari mengatakan nanti juga akan ada ruang pertemuan, perpustakaan yang berisigambar ikan-ikan air tawar yang punah, Aula dan yang lainnya. 

Untuk diketahui, proyek BBI itu dibangun dari 2019 silam. Sampai saat ini proyek tersebut baru sampai 30 persen, dan belum dilanjutkan karena adanya pandemi covid-19. Sebelumnya Proyek BBI yang terletak di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung itu pun diprediksi menelan anggaran Rp 34 miliar.

Sesuai rencana awal ruang lingkup kegiatan pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) Baha meliputi beberapa pekerjaan.  Di antaranya  pekerjaan pembangunan gudang pakan ikan (1 unit), pekerjaan pembangunan water tower (2 unit),  pekerjaan DPT dan  jalan (300 meter), pekerjaan pembangunan kolam induk  (2 unit), kolam pendederan (5 unit), pekerjaan pembangunan kolam hias (bentuk heksagonal), dan aksesorisnya (Balai bengong dan pengisian patung Dewi Danu di tengah  kolam hias), pekerjaan pembangunan Candi Bentar dan tembok penyengker. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved