Pertamina
Penyintas Gempa Cianjur Dapatkan Tips Jaga Kesehatan Agar Segera Pulih dari Trauma
Terkait gempa Cianjur, Anak usaha PT Pertamina (Persero) melakukan penanganan kesehatan masyarakat Cianjur melalui layanan kesehatan.
Penulis: Ni Luh Putu Rastiti Era Agustini | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkait gempa Cianjur, PT Pertamina Bina Medika - Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC), salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero) melakukan penanganan kesehatan masyarakat Cianjur melalui layanan kesehatan ke rumah maupun posko warga diberikan sejak Rabu (23/11).
Dilansir dari Tribunnews (29/11/22), beberapa keluhan yang terpantau oleh tim medis Pertamedika IHC antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, nyeri otot, demam, radang pada kulit, pencernaan, migrain, hipertensi, serta luka dan trauma.
Pasien yang mengalami keluhan tersebut mayoritas adalah masyarakat berusia lebih dari 45 tahun.
Dokter Gawat Darurat dr Thomas Meidiansyah dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang salah satu anggota tim medis mengungkapkan masyarakat penyintas bencana perlu meningkatkan imunitas.
Baca juga: Korban Meninggal Dunia Gempa Cianjur, BNPB Catat Capai 327, Simak Berita Selengkapnya!
Hal ini dilakukan dengan berpikir optimis dan tetap memenuhi kebutuhan dasar di tengah keadaan yang tidak nyaman.
Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan mencuci tangan sebelum makan dan memenuhi kebutuhan air minum dan lauk sederhana untuk menjaga kalori.
Dr Thomas juga menambahkan warga rentan mengalami kesehatan selama tiga hari berada di posko.
Penyakit yang diderita diantaranya ISPA, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, diare dan penyakit kulit.
Hal ini juga ditambah dengan cuaca hujan dan keterbatasan air bersih.
Baca juga: Tepis Isu Bangkrut, Rizky Billar dan Lesti Kejora Bantu Korban Gempa Cianjur Hingga Rp500 Juta
Pengungsi juga mulai mengalami stres dan trauma sehingga tidak hanya memerlukan pengobatan secara fisik.
Mereka juga memerlukan pengobatan mental berupa trauma healing.
"Untuk melalui kondisi ini, masyarakat bisa beraktivitas positif dengan keluarga, kerabat atau teman, serta menerima dengan sabar sehingga mampu ikhlas menghadapi tantangan saat ini," jelasnya.
Selain itu, dr Thomas juga mengatakan perlu adanya edukasi pola hidup bersih sehat (PHBS) yang patut diperhatikan oleh tim medis Pertamedika IHC di Cianjur.
Hal ini terkait dengan sebagian masyarakat yang masih berada di posko pengungsi.
Beberapa wilayah juga telah memiliki posko kesehatan dari Tim Medis Pertamedika IHC.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pertamedika-IHC-melakukan-penanganan-kesehatan-masyarakat-Cianjur.jpg)