Laksamana Yudo Margono Menuju Kursi Panglima TNI, Berikut Rekam Jejaknya

Laksamana Yudo Margono Menuju Kursi Panglima TNI, Berikut Rekam Jejaknya

Istimewa
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono diberitakan diusulkan sebagai Penglima TNI yang baru, menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa, yang akan memasuki usia pensiun. Dengan usianya yang 57 tahun, andaikata nanti akhirnya benar-benar menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa, maka secara normal Yudo Margono akan menjabat Panglima TNI sekitar 1 tahun. 

 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi satu-satunya yang diusulkan Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI.

Menanggapi penunjukkan Jokowi pada Yudo Margono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Periode 2014-2018 Laksamana (Purn) Ade Supandi memberikan apresiasi yang tinggi.

Menurutnya, Yudo Margono layak menjadi seorang KSAL.

"Sudah sangat tepat sekali karena hak prerogatif itu ada di Presiden," kata Ade Supandi dikutip dari Kompas Tv.

Baca juga: KASAL Laksamana Yudo Margono Siap Gantikan Jenderal Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

KSAL pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dikatakan pantas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di TNI.

Apalagi, Yudo Margono pernah menjadi Komandan Satuan pada saat Panglima Armada Timur.

"Jaminan saya adalah memang pada saat saya Panglima Armada Timur, Pak Yudo itu dua kali menjadi Komandan Satuan."

"Sebelum saya pensiun saya berikan jabatan sebagai Panglima Armada karena saya melihat bahwa Yudo bisa melanjutkan kepemimpinan kelak nanti pada saat waktunya."

Baca juga: Ini Kata Yudo Margono Terkait Calon Panglima TNI, Simak Juga Perjuangan Anak Petani Jadi KSAL

"Saya sangat bangga sekali kalau kemudian Pak Yudo mendapatkan suatu anugerah dan kepercayaan pemerintah untuk menjadi Panglima TNI, oleh sebab itu prestasi beliau itu tidak saya ragukan," lanjut Ade Supandi.

Ade Supandi berharap di bawah kepemimpinan Yudo margono, TNI dapat lebih berkembang.

"Untuk selanjutnya (di bawah kepemimpinan Yudo Margono) mengembangkan postur TNI yang betul-betul bisa mewadahi kebutuhan-kebutuhan dalam langkah pertahanan negara."

"(Termasuk) memikirkan infrastruktur, diplomasi maritim, dan juga menyelesaikan masalah-masalah konflik perbatasan," sambung Adi Supandi.

Selain itu, ada tantangan bagi Yudo, yang pertama adalah soal organisasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved