Kuliner Bali

Kuliner Bali, Kopi Butter Jadi Rekomendasi Tempat Ngopi di Kota Denpasar

Kuliner Bali, Kopi Butter Jadi Rekomendasi Tempat Ngopi di Kota Denpasar

Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Kedai Kopi Butter ini berlokasi di Jalan Kresna Nomor 3 Denpasar Barat. Baru buka selama 3 bulan, Kedai Kopi Butter ini mampu menarik minat pelanggan yang kerap kembali datang untuk menikmati kopi butter. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kopi jeruk, kopi durian mungkin sudah sering kita dengar. Kini di Kota Denpasar telah hadir Kopi Butter atau kopi mentega hangat yang wajib untuk dicoba. Kedai Kopi Butter ini berlokasi di Jalan Kresna Nomor 3 Denpasar Barat. Baru buka selama 3 bulan, Kedai Kopi Butter ini mampu menarik minat pelanggan yang kerap kembali datang untuk menikmati kopi butter. 

Ketika ditemui, Anak Agung Gede Angga Dwipayana (31) bersama istrinya mengatakan menu kopi butter ini simpel saja. Yakni secangkir kopi robusta hangat yang diberi toping potongan mentega. Tetapi pelanggan yang datang, luar biasa.

 

“Awalnya di Jalan Jaya Giri, terus kita pindah ke sini. Kita otodidak saja, berawal dari istri. Kita sekadar senang ngopi, jalan-jalan kemana-mana, jadi kita pengen tahu market di Bali itu seperti apa, apa yang tidak ada di Bali. Sebelumnya kita sempat ke Singapura, dari sana terpikir menarik itu membuat kopi butter,”katanya pada, Senin 5 Desember 2022. 

Menurut pria kelahiran Payangan, Gianyar ini, menu-menu yang ia sediakan di kedainya merupakan racikan sendiri. Untuk pembuatan kopinya pun, ia tidak menggunakan mesin melainkan alat penyaring manual. Kendati berawal dari iseng-iseng saja, ternyata pelanggan merespon dengan positif.

“Sebenarnya kopi itu sama saja, kalau robusta ini kan lebih ke pahit. Pembuatan mungkin sama, tidak ada yang spesial, cuma menurut saya biji saya yang bagus dan taste-nya beda. Biji kopinya berasal dari Bali,” sambungnya.

Sementara untuk mentega yang digunakan, kata dia, tidak ada yang spesial. Hanya mentega jenis premium yang dapat ditemukan di toko-toko. Untuk takaran baik kopi maupun menteganya, disesuaikan sendiri. “After taste kopi dicampur butter itu kopinya memiliki rasa yang lebih creamy,” katanya.

 

Kedai Kopi Butter ini berlokasi di Jalan Kresna Nomor 3 Denpasar Barat.
Kedai Kopi Butter ini berlokasi di Jalan Kresna Nomor 3 Denpasar Barat. Baru buka selama 3 bulan, Kedai Kopi Butter ini mampu menarik minat pelanggan yang kerap kembali datang untuk menikmati kopi butter.


Gede Angga menyebutkan, langganannya lebih banyak dari kalangan Chinese. Tapi makin ke sini, pelanggan yang datang dari segala kalangan. “Mereka bilang unik, ada cita rasa sendiri. Apalagi di Bali ini sebelumnya belum ada kopi butter. Jadi kita buat kopi butter pertama di Bali,” ucapnya.

Selain kopi butter, ia juga menjual toast berbagai rasa mulai dari pandan, cokelat, sriyaka, dan lain-lain yang dibanderol mulai dari Rp 10 ribu. Untuk jenis-jenis kopi harganya mulai dari Rp 10 ribu per cangkir dan untuk kopi butter dihargai Rp 15 ribu per cangkir. Selain kopi dan toast, ada juga makanan berat seperti mie goreng dengan harga Rp 10 ribu.

Meski tergolong menu sederhana, tetapi menurut Gede Angga, ia bisa menjual lebih dari 150 cangkir kopi dan 150 toast dalam seharinya. Yang mana jika dihitung-hitung penjualan keseluruhan, per hari ia meraih omzet sebesar Rp 5 juta. “Ini saja kita ada tolak-tolak customer. Menunya sederhana, saya juga tidak tahu kok bisa diterima seperti ini,” katanya.

Tak hanya dari wilayah Denpasar, pelanggannya juga bahkan berasal dari luar Bali seperti Jakarta. “Ada pelanggan yang di luar Denpasar, kemarin ada yang dari Jakarta. Kebetulan lagi nginep di Bali. Kita kan sempat viral di Tiktok, dilihat oleh dia, akhirnya ke sini. Banyak sekali pelanggan yang ke sini sampai kita tolak-tolak customer juga karena tempat tidak terlalu besar,” terangnya.

Meski pelanggannya bisa dikatakan sangat ramai, tetapi Gede Angga mengaku belum berkeinginan untuk memperluas usahanya. Ia pun mengungkapkan kedepan belum akan berinovasi dan akan fokus menjual kopi butter. “Kedepannya sih kita arahnya tetap jual kopi kita. Kopi butter ya kopi butter saja yang kita jual,” tutupnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved