Berita Gianyar

159 Warga di Gianyar Terjangkit HIV/AIDS, Terdeteksi sejak Januari-Oktober 2022

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar, Bali semakin memperihatinkan. Dimana data dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.

Tribun Manado
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar, Bali semakin memperihatinkan. Dimana data dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Para pengidap HIV/AIDS ini terdeteksi pasca Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar memasukan test tersebut dalam setiap hal. Seperti test terhadap ibu hamil, test keliling ke kafe remang hingga donor darah.

Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan Gianyar, Selasa 6 Desember 2022, pada tahun 2020 lalu, Dinkes Gianyar melakukan test pada 8.378 orang. Ditemukan sebanyak 124 orang berada dalam fase HIV dan 16 orang di fase AIDS. Di tahun 2021, dilakukan test pada 8.141 orang, hasilnya sebanyak 172 orang fase HIV dan 24 orang fase AIDS. 

Sementara di tahun 2022 ini, per Januari sampai dengan Oktober, jumlah warga yang ditest sebanyak 6.772, dengan hasil 127 fase HIV baru dengan 32 masuk fase AIDS.

Pelaksana tugas Kepala Dinkes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS,  dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir sebagai upaya mengungkap fenomena gunung es, sehingga promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dapat dilaksanakan di sarana pelayanan kesehatan.

"Upaya di hulu yang dapat dilakukan adalah upaya promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS, dengan menyasar masyarakat termasuk anak sekolah," ujar istri Camat Blahbatuh, I Wayan Gede Eka Putra itu. 

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai upaya pemberdayaan, sekolah tingkat SMP dan SMA dibentuk Kelompok Siswa Peduli AIDS & Narkoba (KSPAN) yang dapat membentengi generasi muda dari bahaya HIV-AIDS dan Narkoba. Upaya pencegahan dilaksanakan dengan memperhatikan jalur-jalur transmisinya seperti, transmisi seksual, transmisi melalui alat suntik pada pengguna napza, dan transmisi melalui penularan dari ibu kepada anaknya.

"Kita juga lakukan peningkatan pelayanan HIV-AIDS di sarana layanan kesehatan seluruh Gianyar, dimana saat ini 13 UPTD Puskesmas, RSUD Sanjiwani, RSU Payangan, termasuk tiga rumah sakit swasta yaitu RSU Ganesha, RSU Ari Santi dan RSU Famili Usada serta Yayasan Bumi Sehat telah memiliki layanan test HIV secara sukarela dan rahasia,  serta kita juga lakukan skrening pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan penularan HIV dari Ibu ke bayinya," tandasnya. 

Terkait rujukan, kata dia, RSUD Sanjiwani telah memiliki layanan lengkap, baik test HIV, perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dengan terapi obat ARV (Anti Retro Viral), termasuk di UPTD Puskesmas Ubud II dan Sukawati I. "Untuk Pengobatan ARV bagi ODHIV sampai Oktober 2022 di Kabupaten Gianyar sejumlah 1.048 orang ODHIV yang rutin melakukan pengobatan HIV,"

"Karena di seluruh sarana pelayanan kesehatan telah ada pelayanan HIV, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tes HIV di tempat pelayanan kesehatan terdekat, yang bila positif HIV, bisa memperoleh pengobatan ARV secara dini," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved