Bayi Halima Kembar 9

Bayi Kembar 9 Itu Akhirnya Pulang ke Rumah, Ini Nama Nama Mereka

sembilan bayi kembar, memecahkan Rekor Dunia Guinness untuk anak terbanyak, Halima Cissé telah pulang dengan selamat

Penulis: Sunarko | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Saloum Arby/BBC.COM
Bayi Kembar 9 - Bayi Kembar 9 Itu Akhirnya Pulang ke Rumah, Ini Nama Nama Mereka 

TRIBUN-BALI.COM, MALI - Satu-satunya nonuplet di dunia yakni sembilan bayi yang lahir pada waktu yang sama dari satu ibu telah pulang dengan selamat ke negara asalnya Mali setelah menghabiskan 19 bulan pertama hidup mereka di Maroko.

Bayi-bayi itu memecahkan Rekor Dunia Guinness untuk anak terbanyak yang dilahirkan dalam satu kelahiran yang masih bertahan hidup.

Menjelang kelahiran mereka pada Mei 2021, sang ibu Halima Cissé, kini berusia 27 tahun, diterbangkan ke Maroko untuk mendapatkan perawatan spesialis.

Sebelum kembali ke Mali, mereka tinggal dengan dukungan medis di Casablanca, Maroko.

Baca juga: Hari Ini Hyun Bin dan Son Ye Jin Resmi Mengumumkan Kelahiran Bayi Pertama Mereka

Setelah tiba kembali di ibu kota Mali, Bamako, Selasa dini hari kemarin, ayah para bayi Abdelkader Arby berterima kasih kepada pemerintah Mali yang menurutnya telah membantu keuangan keluarga.

"Banyak pekerjaan jadinya tetapi Allah, yang memberi kami berkah ini, akan membantu kami dalam membesarkan dan merawat mereka," tambahnya.

Menteri Kesehatan Mali, Diéminatou Sangara, mengatakan pemerintah akan terus mendukung keluarga tersebut.

Bayi-bayi itu, lima perempuan dan empat laki-laki, lahir melalui operasi caesar pada usia kehamilan 30 minggu, demikian menurut otoritas Mali tahun lalu.

Para bayi perempuan diberi nama bernama Kadidia, Fatouma, Hawa, Adama dan Oumou.

Sedangkan para bayi laki-laki bernama Mohammed VI, Oumar, Elhadji dan Bah.

Berat 9 bayi itu antara 500 gram dan 1 kg saat lahir, kata Prof Youssef Alaoui, direktur medis dari klinik tempat mereka dilahirkan, kepada kantor berita AFP.

Ada risiko bahwa mereka dapat mengalami masalah kesehatan karena kelahiran prematur mereka.

Apalagi mereka pun menghabiskan bulan-bulan pertama hidup mereka di rumah sakit.

Mereka kemudian dipindahkan ke sebuah apartemen di mana mereka menerima perawatan sepanjang waktu dari klinik Ain Borja.

Awal tahun ini, pada ulang tahun pertama mereka, ayah mereka mengatakan bahwa masing-masing bayi memiliki kepribadian yang unik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved