Gempa Bali
Pasien RSUD Karangasem Dirawat di Lantai I, Dosen ITB Tanggapi Gempa Karangasem
Semua pasien RSUD Karangasem terpaksa dirawat di Lantai I, jumlah pasien yang dirawat di RSUD Karangasem sekitar 83 orang.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Semua pasien RSUD Karangasem terpaksa dirawat di Lantai I Gedung Wijaya Kusuma dan Sekar Tunjung pasca gempa terjadi beberapa kali di Karangasem, Bali.
Sedangkan Lantai II dan III untuk sementara dikosongkan.
Dikhawatirkan terjadi gempa susulan.
Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Komang Wirya, mengatakan, pasien yang dirawat di Lantai II dan III diturunkan semua.
Baca juga: Gempa Mengguncang Bali, Pengamat Gempa Astyka: Perlu Memperhatikan Bangunan Tahan Gempa
Langkah ini dilakukan untuk mempermudah perawat mengevakuasi pasien seandainya terjadi gempa susulan.
Sedangkan untuk lainnya tetap dirawat biasa.
"Kemarin saat gempa pasien dan perawat panik. Kekuatan gempa lumayan. Makanya pasien sementara dipusatkaan di Lantai I. Biar proses evakuasinya lebih cepat. Apalagi kondisi belum stabil, masih sering terjadi gempa susulan," kata Komang Wirya, Kamis 15 Desember 2022.
Ditambahkan Komang Wirya, ruangan di Lantai I mampu mengakomodir pasien dari Lantai II dan III.
Seandainya ada tambahan pasien, lantai I masih cukup mengakomodir.
Jumlah pasien yang dirawat di RSUD Karangasem sekitar 83 orang.
Sedangkan jumlah bednya sebanyak 230 bed.
"Lantai I masih cukup untuk mengakomodir pasien. Untuk tenda yang dibangun BPBD Karangasem belum digunakan karena lantai I masih cukup. Dari 230 bed di RSUD Karangasem, baru terpakai sebanyak 83 bed," tambah Komang Wirya.
Komang Wirya belum berani memastikan kapan pasien dikembalikan ke lantai atas karena psikologi pasien masih belum pulih.
Mereka masih dihantui takut, khawatir, panik.
Seandainya kondisi sudah membaik, pastinya pasien akan dikembalikan sesuai kesepakatan keluarganya.