Berita Buleleng
Warga Buleleng, Bali Inisial PS Tewas Suspek Rabies, Jadi Kasus ke-13 di Buleleng Selama Tahun 2022
Nyawa PS (59), warga asal Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali meninggal suspek rabies, jadi kasus ke-13 di Buleleng, selama tahun 2022.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Lagi-lagi satu warga Buleleng harus meregang nyawa akibat suspek rabies.
Nyawa PS (59), warga asal Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng tak dapat diselamatkan, setelah sempat menjalani penanganan intensif selama satu hari di RSUD Buleleng.
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha pada Sabtu (17 Desember 2022) mengatakan, PS diterima oleh pihaknya pada Kamis, 15 Desember 2022 pagi kemarin, dengan gejala sudah mengarah pada suspek rabies.
Seperti badan lemas, takut air, takut udara, sesak, dan demam.
Pihak medis pun langsung merawatnya di ruang isolasi Sandat, dengan diberikan obat penenang dan nutrisi.
Namun ganasnya virus rabies, membuat nyawa pria malang tersebut tak dapat diselamatkan.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga kata dr Arya, PS memiliki riwayat digigit anjing liar pada bagian jari telunjuk tangan kanan, sekitar November yang lalu.
Kala itu PS tengah memberi makan ayam peliharaannya.
Tiba-tiba datang seekor anjing liar, bertingkah laku aneh dan langsung menerkam dua ekor ayamnya.
Baca juga: Anjing Positif Rabies Serang Anak di Gilimanuk, Petugas Gelar Vaksinasi Emergency
Usai menerkam ayamnya, anjing tersebut juga langsung menghampiri PS dan langsung menggigit bagian jari tangannya.
Perkaranya, merasa luka gigitan hanya berbentuk goresan kecil, PS pun tidak mencuci luka tersebut dengan sabun dan air mengalir.
Bahkan ia tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin.
Kini, jenazah PS telah dibawa pulang oleh pihak keluarga, untuk dilakukan proses penguburan.
Untuk menghindar terjadinya penularan, pihak keluarga yang kontak erat dengan almarhum akan ditracing dan diberikan VAR.
"Yang kontak erat akan kami VAR," tandasnya.
Tewasnya PS ini menambah jumlah kasus kematian suspek rabies di Buleleng menjadi total 13 kasus, selama 2022 ini. (rtu)