Berita Badung

Jelang Nataru, Diskop UKM Badung Awasi Barang Kadaluarsa dan Stok Barang di Pasar

Jelang Nataru, Diskop UKM Badung Awasi Barang Kadaluarsa dan Stok Barang di Pasar

Tribun Bali/ I Komang Agus Aryanta
Diskop UKM dan TPID Kabupaten Badung saat melakukan pemantauan ke distributor, pasar nasional dan pasar modern beberapa hari kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya banyak toko moderen di Badung menjual parsel dan makanan dengan menghadirkan diskon. Bahkan, banyak barang yang kedaluarsa juga masih diedarkan oleh pedagang-pedagang curang. Hal itu pun tentu sangat merugikan masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koprasi dan Perdagangan UKM akan melakukan pengawasan peredaran barang kedaluarsa menjelang Natal dan Tahun Baru. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terkait stok barang untuk menekan inflasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Badung I Made Widiana mengakui akan melakukan pengawasan barang jelang nataru ini. Pasalnya pada momen akhir tahun, terjadi meningkatnya transaksi pembelian barang.

"Kami akan turun ke beberapa toko untuk melakukan pengawasan barang atau makanan yang sudah kedaluarsa. Pada saat momen itu, biasanya banyak toko yang menjual parsel maupun diskon diakhir tahun," ujarnya Senin 19 Desember 2022.

Diakui, produk-produk yang akan menjadi fokus pengawasan adalah produk pangan olahan. Bila ada temuan yang kedaluwarsa akan ditindaklanjuti berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski saat ini belum ditemukan namun pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi, mengingat pada perayaan natal banyak parsel yang di jual.

Dinas Koprasi dan Perdagangan UKM akan melakukan pengawasan peredaran barang kedaluarsa
Dinas Koprasi dan Perdagangan UKM akan melakukan pengawasan peredaran barang kedaluarsa menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Sebenarnya kami sering melakukan pengawasan secara berkala, namun pada momen tertentu pengawasan lebih diintensifkan lagi. Bahkan kita selalu menghimbau agar distributor, pusat perbelanjaan, pemilik toko dan swalayan untuk menjaga kualitas dari barang yang diperdagangkan," tegasnya.

Pihaknya tidak memginginkan, momen Natal dan tahun baru dimanfaatkan untuk cuci gudang menghabiskan stok barang tanpa melihat kualitas dan waktu kadaluarsanya.

"Dengan melihat kondisi itu kami tetap himbau kepada pembeli agar selalu mengecek kedaluarsa barang, makanan atau minuman yang di beli. Sehingga tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan saat mengkonsumsi," jelasnya sembari mengatakan kalau ada ditemukan bisa lapor ke kami juga.

Sementara dalam rangka ketersediaan stok, pihaknya mengaku dirinya yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung IB. Gede Arjana sudah melaksanakan inspeksi/pemantauan ke distributor, pasar nasional dan pasar modern.

Beberapa pasar yang dikunjungi antara lain Pasar Desa Blahkiuh Abiansemal, Gudang Bulog Sempidi, Pasar Desa Dalung Kuta Utara, Pasar Modern Tiara Gatsu dan Distributor UD. Dewata Sembako.

"Jadi kita di lapangan memantau 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga dan Komunikasi, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,  termasuk di bulan Januari adanya Hari Raya Galungan dan Kuningan," katanya.

Intensitas pemantauan ke lapangan akan terus ditingkatkan, hal itu dilakukan agar bisa mengambil kebijakan maupun langkah-langkah interpretasi pasar. Ketika harga harga naik, maka akan bisa menyumbangkan inflasi, sehingga Pemerintah Kabupaten Badung akanmengambil kebijakan yang tepat seperti menyiapkan subsidi transportasi.

"Untuk sementara harga kebutuhan pokok bervariasi. Untuk þsembako di Pasar Tradisional maupun Pasar Modern, tentu ada perbedaan, tergantung juga jenis bahan pokok. Begitu juga di pasar tradisional ada perbedaan seperti Pasar Adat Desa Blahkiuh harga cabai, bawang dan bahan lainnya dengan kualitas yang bagus jatuhnya lebih murah dibandingkan dengan Pasar rakyat yang ada di Dalung dengan sedikit harga lebih tinggi, kurang lebih kisaran harga Rp.2000 /kg," imbuhnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved