Hari Raya Galungan
Jualan Penjor, Muliani Warga Buleleng, Bali Raup Omset Jutaan Rupiah Jelang Hari Raya Galungan
Jualan penjor, Muliani seorang warga Buleleng, Bali berhasil raup omset jutaan rupiah jelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada 4 Januari 2023.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu 4 Januari 2023, menjadi berkah bagi Komang Muliani (44).
Wanita asal Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini berhasil meraup omset hingga jutaan rupiah, dengan menjual ornamen penjor.
Penjor terbuat dari tiang bambu, berisi berbagai ornamen yang terbuat dari bahan janur atau daun lontar serta hasil bumi.
Penjor biasanya dipasang oleh umat Hindu setiap hari raya Galungan di depan rumah, sebagai rasa terimakasih kepada alam semesta atas segala pemberiannya.
Ditemui Minggu, 1 Januari 2023 Muliani mengatakan, ia telah menggeluti usaha ini sejak 20 tahun silam.
Penjor yang dijual pun memiliki harga yang berbeda-beda mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung kemeriahan ornamennya.
Setiap hari raya Galungan, ia pun menyebut omset yang didapatkan mencapai jutaan rupiah.
Selain menjual penjor yang sudah jadi atau siap dipasang, Muliani juga menjual berbagai ornamennya seperti balon, lengkungan, sampean, ubag-abig, sanggah penjor, hingga lambang swastika yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp 30 ribu.
Penjor yang dijual oleh Muliani ini didatangkan khusus dari daerah Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Baca juga: Ada 12.163 Ekor, Stok Babi di Tabanan, Bali Aman Jelang Galungan dan Kuningan 2023
Dikatakan Muliani, peningkatan pembeli biasanya terjadi pada hari Penampahan atau satu hari jelang hari raya Galungan.
Dimana, pembeli biasanya adalah orang-orang yang pulang dari merantau.
"Ramainya biasanya pas penampahan. Sampai malam biasanya masih banyak yang beli, karena pas Penampahan itu yang merantau ke Denpasar baru bisa pulang ke Buleleng untuk merainan," katanya.
Muliani menyebut, setiap hari raya Galungan, ia mampu meraup omset hingga Rp 5 juta.
Namun omset penjualan sempat menurun hingga 70 persen saat pandemi Covid-19 atau pada 2020 hingga 2021 lalu.
"Waktu pandemi omsetnya turun setengah lebih. Sekarang sudah mulai normal lagi, bahkan mulai meningkat lagi setengah," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Made-Wijaya-saat-membeli-ornamen-penjor-di-warung-milik-Komang-Muliani.jpg)