Berita Gianyar

Tradisi Ngelawang Barong, Waktu Luang Anak Lebih Bermanfaat

Ngelawang barong atau menarikan barong profan dilakukan anak-anak di Bali di sela-sela liburan Hari Raya Galungan dan Kuningan

TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Anak-anak Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati ngelawang barong, Kamis 5 Januari 2023 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ngelawang barong atau menarikan barong profan dilakukan anak-anak di Bali di sela-sela liburan Hari Raya Galungan dan Kuningan, tepatnya selam dua pekan. Ngelawang barong ini dilakukan dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah, banjar ke banjar. 

Tradisi ini menjadi hiburan, selain oleh masyarakat dewasa tetapi juga anak-anak. Sementara sekaa ngelawang yang terdiri dari penari dan pemain gamelan yang biasanya anak-anak SMP dan SD, menjadikan kegiatan itu untuk mencari rejeki.

Biasanya, sekaa ngelawang akan menari saat diberi upah oleh masyarakat. Nominalnya beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga 10 ribu. Besar kecilnya upah ini menjadi patokan durasi mereka menari.

Salah satu kegiatan ngelawang barong yang dilakukan anak-anak terlihat di Jalan Raya Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis 5 Januari 2023. Mereka adalah anak-anak dari Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati. Membawa barong bangkung yang diiringi musik baleganjur bebatelan merekapun menari masuk ke rumah-rumah warga, menari di halaman rumah. 

Seperti diketahui, tarian barong ini meskipum menggunakan barong profan atau tidak disakralkan umat, namun kehadirannya dapat membawa vibrasi positif pada penghuni rumah. Karena itu, ngelawang barong pun dinanti-nantikan oleh warga.

Seorang sekaa ngelawang, I Made Dio mengatakan, Umanis Galungan ini ia dan teman-temannya baru mengawali ngelawang. "Sudah dari pagi, ini baru pertama, besok lagi," ujarnya. 

Ni Wayan Noviantari, seorang ibu yang anaknya ikut menjadi sekaa ngelawang mengatakan, ia sangat mendukung anaknya ikut dalam kegiataj itu, meskipun kepanasan di jalan dan berjakan kaki dari rumah ke rumah. Sebab ini merupakan aktivitas positif anak-anak selama mengisi hari liburan. 

"Sebagai orangtua tentu sangat mendukung anak-anak ngelawang. Karena itu positif, menjauhkan anak-anak dari gadget selama liburan. Bukan upah yang dicari, tapi aktivitasnya itu bagus," tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved