Hari Raya Kuningan

Permintaan Ayam Putih di Bangli Bali, Meroket Jelang Perayaan Hari Raya Kuningan

Permintaan ayam putih di Bangli, Bali, meroket jelang perayaan Hari Raya Kuningan pada 14 Januari 2022.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadek Astika saat ditemui di usaha potong ayam dan ayam panggang di wilayah Kelurahan Kawan, Bangli pada Jumat 13 Januari 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Memasuki hari raya Kuningan, pedagang ayam di Bangli kebanjiran order.

Tercatat dalam sehari saja, permintaan ayam hidup bisa mencapai 1000 ekor.

Hal ini diungkapkan Kadek Astika, pada Jumat 13 Januari 2023.

Pedagang ayam asal Kelurahan Bebalang, Bangli ini mengatakan normalnya permintaan ayam hidup, khususnya ayam putih per hari rata-rata hanya 100 ekor.

Namun menjelang hari raya Kuningan, permintaan ayam mengalami peningkatan yang sangat signifikan. 

"Kalau Kuningan masyarakat cenderungnya mengkonsumsi daging ayam. Karenanya sejak tiga hari terakhir permintaan ayam hidup terus meningkat. Per kemarin saya jual sampai 1000 ekor. Itu khusus untuk ayam putih," ucapnya. 

Dikatakan pula, permintaan ayam putih memasuki puncaknya pada hari Jumat 13 Januari 2023, atau H-1 hari raya Kuningan.

Yang diperkirakan bisa mencapai 1000 ekor.

Selain ayam putih, permintaan ayam merah juga meningkat. Di mana dalam tiga hari terakhir ia telah menjual hingga 1000 ekor ayam. 

Baca juga: Ragam Twibbon Selamat Hari Raya Kuningan, Tampil dengan Desain Baru dan Cantik, Unduh Sekarang

Lanjut Astika, saat ini ayam hidup cenderung mengalami penurunan. Untuk ayam putih misalnya, dari harga Rp 23.500 per kilo empat hari lalu, mulai hari Kamis 12 Januari 2023 menjadi Rp 21.500 per kilo.

"Itu harga dari suppliernya. Saya paling hanya ambil untung Rp 2 ribu per kilo. Sedangkan untuk satu ekor ayam, beratnya rata-rata mencapai 2 kilo," jelasnya.

Penurunan paling drastis terjadi pada ayam merah.

Jika dibandingkan hari raya Galungan - Kuningan tahun sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 75 ribu per ekor, kini harga ayam merah per ekor hanya Rp 55 ribu. 

"Harga Rp 55 ribu ini sudah paling tinggi, tidak akan naik lagi. Untuk pengambilan ayam merah saya beli dari peternak di Kayuambua, Susut. Sedangkan yang ayam putihnya langsung dari Denpasar. Beberapa pembeli biasanya minta langsung dibersihkan bulunya. Untuk hal ini saya tidak pungut biaya lagi," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved