Berita Bali
Liburan Telah Usai, Okupansi Hotel di Bali Turun Sampai 60 Persen
okupansi hotel ini akan kembali naik lantaran adanya Hari Raya Tahun Baru Imlek 2574 pada 22 Januari mendatang.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Liburan yang telah usai membuat masyarakat kembali melakukan aktivitas seperti bekerja dan sekolah. Dan inipun turut mempengaruhi tingkat hunian kamar atau okupansi Hotel di Bali.
Okupansi Hotel pun mulai menurun seiring berlalunya Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Chairwoman of Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko mengatakan, okupansi hotel ini akan kembali naik lantaran adanya Hari Raya Tahun Baru Imlek 2574 pada 22 Januari mendatang.
“(Okupansi) Agak menurun, akan tetapi akan naik lagi weekend ini menyambut Hari Raya Chinese New Year,” jelasnya pada, Kamis 19 Januari 2022.
Saat ini, Fransiska menyebutkan, okupansi hotel berada di kisaran 40-60 persen. Namun tentunya tergantung lokasi dan karakter market serta brand masing-masing hotel.
“(Tapi kondisi ini) Hanya beberapa hari ini, karena weekend ini sudah memasuki liburan Chinese New Year,” tambahnya.
Untuk dominasi wisatawan, menurut Fransiska, baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) kondisinya seimbang. Pasalnya, saat ini pun tengah low season di luar negeri. Sementara di Indonesia sendiri, situasinya bukan tengah libur panjang. “Tergantung target pangsa pasar masing-masing hotel,” katanya.
Sementara disinggung soal kedatangan wisatawan Tiongkok ke Bali, dia menyampaikan, tengah menunggu konfirmasi dari pelaku pariwisata di ASITA.
“Kami menunggu konfirmasi kepastiannya dari teman-teman travel agent di ASITA dan juga pihak airport authority,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.