Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cuaca Bali

Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Dingin di Bali Beberapa Hari Terakhir

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Bali mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.

Tayang:
Putu Yunia
ILUSTRASI - Ilustrasi wanita dan cuaca dingin dengan latar belakang Gunung dan danau Batur. Dalam beberapa hari terakhir di bulan Mei 2026, masyarakat Bali mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. (Dok. Tribun Bali/Yunia) 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Bali mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.

Kondisi ini cukup terasa meski saat ini Bali sedang memasuki musim kemarau.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kondisi normal yang terjadi setiap tahun.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Gita Giriharta, mengatakan suhu dingin dipengaruhi oleh gerak semu tahunan Matahari dan aktifnya Monsun Australia.

 

Saat ini posisi Matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, termasuk Bali, mengalami pengurangan intensitas penyinaran matahari atau defisit radiasi matahari.

Selain itu, Australia yang sedang mengalami musim dingin membentuk pusat tekanan udara tinggi yang mendorong massa udara lebih kering dan dingin bergerak menuju Indonesia, termasuk Bali.

Baca juga: SUHU 30 Derajat di Bali Pada Mei-Juni 2025, BMKG Sebut Ada Anomali Cuaca di Bali 

Kondisi musim kemarau yang minim tutupan awan juga membuat panas di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari, sehingga udara terasa lebih dingin dibanding biasanya.

Menurut BMKG, fenomena suhu dingin saat musim kemarau merupakan hal yang normal dan umumnya mulai dirasakan pada Juni hingga mencapai puncaknya pada Juli sampai Agustus.

Bahkan, suhu minimum di wilayah dataran tinggi seperti Bangli dan Karangasem pernah tercatat mencapai 13–14 derajat Celcius.

BMKG memperkirakan kondisi udara dingin ini masih akan berlangsung hingga puncak musim kemarau sebelum berangsur menghangat menjelang musim hujan.

Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, menggunakan pakaian hangat saat malam hari, menjaga asupan cairan tubuh, serta mewaspadai potensi kebakaran akibat cuaca yang lebih kering.

Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan juga diminta rutin memantau informasi cuaca dan tinggi gelombang dari BMKG.

Berikut ini beberapa prakiraan cuaca di daerah wisata Bali pada 1 Juni 2026:

Besakih

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved