Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kalender Bali

Jadwal Rerahinan Hindu Bulan Juni 2026 Sesuai Kalender Bali, Ada Hari Raya Galungan

Jadwal Rerahinan Hindu bulan Juni 2026 sesuai Kalender Bali, puncaknya pada 17 Juni 2026 akan berlangsung Hari Raya Galungan.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Kartika
Ilustrasi Kalender Bali. Jadwal Rerahinan Hindu bulan Juni 2026 sesuai Kalender Bali, puncaknya pada 17 Juni 2026 akan berlangsung Hari Raya Galungan. Arsip Tribun Bali/Putu Kartika. 

TRIBUN-BALI.COM - Bulan Juni 2026 menjadi salah satu bulan paling sakral bagi umat Hindu di Bali.

Dalam rentang kurang dari satu bulan, sejumlah rerahinan besar berlangsung berurutan, mulai dari Sugihan, Galungan, hingga Kuningan.

Rangkaian hari suci ini menjadi momentum spiritual yang bisa memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, dan sesama.

Suasana religius tentu akan mulai terasa sejak awal Juni 2026 ini. 

Umat Hindu akan disibukkan dengan berbagai persiapan upacara, membersihkan tempat suci, membuat penjor, hingga menyiapkan sarana upakara.

Rangkaian rerahinan dimulai besok, tepatnya pada 2 Juni 2026 dengan Anggar Kasih Julungwangi. 

 

Pada hari tersebut dikenal sebagai momentum yang baik untuk memohon kerahayuan, kewibawaan, dan keharmonisan hubungan sosial.

Sebagian masyarakat juga meyakini hari ini baik untuk kegiatan spiritual dan memohon tuntunan hidup.

Baca juga: Banten yang Dihaturkan pada Hari Raya Saraswati dan Waktu Terakhir Sembahyang saat Rerahinan Ini

Memasuki pertengahan bulan, suasana Bali mulai memasuki persiapan Hari Raya Galungan

Rangkaian rerahinannya dimulai pada 11 Juni 2026, dimana umat Hindu merayakan Sugihan Jawa. 

Pada hari ini dimaknai sebagai penyucian bhuana agung atau alam semesta.

Kemudian keesokan harinya, tepatnya pada 12 Juni 2026, dilaksanakan Sugihan Bali yang merupakan penyucian bhuana alit atau diri manusia.

Pada hari yang sama juga jatuh Kajeng Keliwon Uwudan, salah satu rerahinan yang memiliki nuansa spiritual kuat.

Kajeng Keliwon dipercaya sebagai hari untuk menetralisir energi negatif dan memperkuat keseimbangan sekala-niskala.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved