Berita Denpasar

Hari Sampah Get Plastic Peringati Kejadian Ledakan di TPA Leuwigajah Edukasi Anak-Anak di TPA Suwung

Hari Sampah Get Plastic Peringati Kejadian Ledakan di TPA Leuwigajah Edukasi Anak-Anak di TPA Suwung

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Get Plastic adakan kegiatan edukasi terkait sampah untuk anak-anak rentang usia 9-13 tahun yang tinggal disekitaran TPA Suwung, Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari setiap tahunnya, dan peringatan ini merupakan salah satu refleksi yang dilakukan Get Plastic atas peristiwa bencana kemanusiaan di tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwigajah, Cireundeu, Jawa Barat yang terjadi pada 21 Februari 2005 lalu dan menewaskan 157 orang. 

Untuk memperingati hari tersebut, Get Plastic adakan kegiatan edukasi terkait sampah untuk anak-anak rentang usia 9-13 tahun yang tinggal disekitaran TPA Suwung, Denpasar. Ketika ditemui, Dimas Bagus Wijanarko sebagai Ketua dan Founder Yayasan Get Plastic Indonesia mengatakan alasan mengadakan edukasi di TPA Suwung

“Kenapa di Sekolah? Karena kami ingin bisa mengedukasi tentang permasalahan sampah yang ada. Kami ingin generasi kita selanjutnya mereka dapat edukasi dini dari kecil sampai besar terbangun ‘habbit’ membuang sampah pada tempatnya dan kalau bisa mengolah sampah plastik. Dan kenapa di Sekolah Bali Life Foundation? Karena disini ada satu Sekolah yang mereka ada disekitaran TPA Suwung,” kata Dimas pada, Selasa 21 Februari 2023. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, Get Plastic akan konsisten melaksanakan peringatan bukan perayaan dimana akan menjadi sebuah peringatan buat kita semua bahwa permasalahan sampah bukan hanya ada disungai tapi di TPA juga. Acara ini diadakan di TPA Suwung juga untuk mengingatkan kita semua bahwa kalau bisa mengolah sampah plastik kita tidak memerlukan TPA lagi. Berbagai edukasi pun diberikan untuk anak-anak disekitaran TPA Suwung terkait sampah. 

“Edukasinya yg pertama kita nonton refleksi video yang terjadi di Leuwihgajah agar adik-adik disini melihat secara langsung yang terjadi di Leuwigajah. Juga ada edukasi tentang games dimana kita memilah jenis-jenis sampah plastik sehingga adik-adik akan mengetahui jenis sampah,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat masih ada sebanyak 35,46 persen tempat pembuangan akhir (TPA) yang dikelola secara open dumping hingga Mei 2022. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pemerintah telah memberikan toleransi waktu 2 tahun untuk menyesuaikan pengelolaan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill juga agar pengelolaan sampah sesuai SOP yang telah ditetapkan. 

Namun, selama 14 tahun UU itu berlaku, TPA open dumping masih banyak ditemui di lingkungan masyarakat. Praktik ini yang menjadi salah satu penyebab ledakan dahsyat pada TPA. Bencana kemanusiaan ini akhirnya menjadi salah satu gerakan yang diinisiasi Get Plastic sejak tahun 2020 untuk melaksanakan refleksi dan peringatan bahwa pengelolaan dan pengolahan sampah yang tidak baik akan menyebabkan bencana yang tidak terhindarkan. 

“Get Plastic sebagai sebuah organisasi yang fokus pada permasalahan sampah plastik menyikapi HPSN sebagai titik balik kita merefleksikan apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk generasi Indonesia kedepannya.

Setiap tahunnya Get Plastic bergerak dan melaksanakan peringatan HPSN dengan tema yang berbeda-beda,” paparnya. 

Di tahun 2023 ini Get Plastic memfokuskan peringatan HPSN di TPA Suwung Denpasar, salah satu TPA terbesar yang ada di Bali dimana terdapat tiga kabupaten yang membuang sampah di tiap wilayahnya ke TPA Suwung ini. Sampai saat ini TPA Suwung tidak menerima sampah dari Kabupaten Badung dan Gianyar lagi, ditambah saat ini ada rencana bahwa TPA Suwung akan berhenti menerima sampah di bulan Januari 2023. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved