Persib Bandung

Teja Paku Alam Diganjar Kartu Merah, Pengamat Sepak Bola Ini Sebut Permainan Persib Berubah

Persib Bandung bersusah payah menghadapi Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Kalimantan Selatan, Senin (27/2/2023) setelah kiper Teja Paku Alam...

Editor: Ni Luh Putu Rastiti Era Agustini
Twitter@persib
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam berhasil gagalkan eksekusi penalti Ezechiel N Douassel dan beberapa peluang emas Bhayangkara FC Sabtu 16 Oktober 2021 lalu. 

TRIBUN-BALI.COMPersib Bandung bersusah payah menghadapi Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Kalimantan Selatan, Senin (27/2/2023) setelah kiper Teja Paku Alam mendapatkan kartu merah dan harus diusir dari lapangan.

Dilansir dari TribuJabar, pertandingan Barito Putera vs Persib Bandung berakhir dengan kemenangan Rahmad Darmawan dengan skor akhir 1-2.

Persib Bandung sebenarnya unggul lebih dulu melalui sontekan David da Silva berkat umpan cantik Beckham Putra di menit 20'.

Barito Putera mampu menyamakan kedudukan di papan skor berkat gol dari Renan da Silva Alves (65').

Gol Gustavo Tacantins (79') memastikan keunggulan Barito Putera sampai berakhirnya pertandingan.

Dani Wihara, pengamat sepak bola nasional, mengatakan ketertinggalan tim Persib Bandung bermula dari Teja Paku Alam yang terusir dari pertandingan.

Sebelumnya, pemain bernomor 14 tersebut terusir lapangan setelah menyentuh bola di luar kotak pinalti di menit 44'.

"Sebenarnya di awal pertandingan tim Persib Bandung sudah bermain sangat bagus. Walaupun tiga pemain pilarnya seperti Ciro Alves, Ricky Kambuaya, dan Nick Kuipers tidak tampil pada pertandingan tadi. Persib Bandung bisa tampil maksimal, yang artinya serangan mereka bagus, lini tengah solid dan David da Silva bisa tampil nyaman tanpa partnernya Ciro Alves," katanya kepada Tribunjabar.id, Senin (27/2/2023).

Menurut Dani, terlihat tim Persib Bandung tidak siap kehilangan Teja Paku Alam dan membuat mereka terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan.

"Jadi kesalahan demi kesalahan terjadi ketika kartu merah Teja Paku Alam terjadi. Sebenarnya tindakan Teja Paku Alam sudah bagus, dia berniat untuk menghentikan bola karena pemain lini belakangnya terlihat sudah kalah langkah. Namun sayangnya dirinya salah mengantisipasi dan bola malah lewat kepala, kemudian reflek diambil dengan tangan," tambahnya.

Sejak itulah permainan tim Persib Bandung terlihat acak-acakan dan tim tidak mampu menerima serang Barito Putera.

Baca juga: Gol Perdana Made Tito di Liga 1 Bawa Bali United Kalahkan Persis Solo 3-1

Hilangnya Teja Paku Alam dari dalam lapangan membuat pelatih Luis Milla mengganti kekosongan tersebut dengan Reky Rahayu untuk menjaga bola.

"Di situ permainan Persib Bandung mulai berubah. Mereka mulai ditekan dan ditekan terus oleh Barito Putera sampai akhirnya gol terjadi. Dan menurut saya di gol pertama Barito Putera itu kesalahan kiper Reky Rahayu. Dia maju terlalu ke depan dan tidak bisa menghalau bola. Jadi apa yang dilakukan Reky Rahayu merupakan blunder kedua bagi Persib Bandung," ujarnya.

Dani menjelaskan, bagi Teja Paku Alam maupun Reky Rahayu sebenarnya sama-sama kiper yang bagus untuk Persib Bandung.

"Teja Paku Alam lebih unggul dari safety untuk melakukan penyelamatan. Dia lebih tenang dalam menghalau bola. Dan Reky Rahayu sangat kuat dari segi stamina dan bola-bola jauh. Namun namanya permainan sepak bola, apapun bisa terjadi selama berada di lapangan. Dan kesalahan setiap pemain pun bisa menjadi fatal di lapangan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved