Sponsored Content
Dewan Bangli Harapkan Program Penangkaran Anjing Kintamani Kembali Berjalan
Dewan Bangli Harapkan Program Penangkaran Anjing Kintamani Kembali Berjalan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Berhentinya pogram penangkaran Anjing Kintamani di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli disoroti anggota DPRD Bangli.
Pihak dewan menilai program tersebut tidak seharusnya berhenti. Terlebih dengan alasan tidak ada anggaran.
Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana, Jumat (3/3/2023). Pihaknya menyayangkan program penangkaran anjing kintamani ditiadakan pada tahun 2023 ini.
Sebab Bupati dan DPRD Bangli, saat ini justru sedang gencar-gencarnya untuk mengembangkan anjing kintamani.
"Hendaknya program itu jangan sampai hilang," ucapnya.
Darsana menyoroti alasan dinas soal keterbatasan lahan di gedung baru untuk membuat kandang anjing, serta tidak adanya anggaran pemeliharaan anjing, yang menurutnya kurang tepat.
Sebab, kata dia, membuat kandang penangkaran anjing tidak harus di gedung perkantoran.
"Boleh di tempat lain ataupun kerjasama dengan peternak anjing kintamani yang ada di Bangli. Urusan anggaran ada dan tidak, itu kewenangan bupati dan DPRD untuk membahas dan mengadakan anggaran. Jadi bukan alasan karena tidak ada anggaran, tapi memang karena niat baik dari dinas untuk mengembangkan dan mempertahankan anjing kintamani mungkin sudah pudar," imbuh Politisi Partai Golkar ini.
Darsana yang juga pemerhati anjing kintamani ini kemudian mengungkapkan, pihak Dinas sejatinya sudah melakukan pembiakan anjing kintmaani sejak 2010 silam.
Namun breeding yang dihasilkan oleh dinas selama lebih dari 10 tahun, rata-rata masih kurang bagus dan sesuai standar yang diakui dunia. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk fisiknya.
"Dari anatomi dan pigmentasinya, kan banyak yang melenceng dari standar anjing kintamani. Ini karena pengadaan pembibitan dulu sembarangan, tidak bersumber dari kualitas dan darah yang bagus," ucapnya.
Pihaknya selaku wakil rakyat dan salah satu pemerhati anjing kintamani berharap, program penangkaran anjing kintamani di Dinas PKP tidak berhenti.
Tidak ada alasan karena tidak ada anggaran, lalu program tersebut berhenti.
Darsana setuju soal dihibahkannya 10 ekor anjing kintamani milik dinas kepada masyarakat, dengan alasan untuk mengganti populasi yang ada.
Mengingat kualitasnya tidak sesuai standar. Dan apabila dinas akan memulai lagi penangkaran anjing kintamani, ia menyarankan pihak dinas tidak perlu mengejar kuantitas.
"Tidak perlu banyak lah, paling sekitar empat ekor dari empat warna sudah cukup. Asalkan kualitasnya bagus dan sesuai standar anjing kintamani yang ada. Sebab pada intinya Dinas kita harap bisa menjadi contoh masyarakat," tandas politisi asal Desa Landih, Bangli ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dewan-Bangli-Harapkan-Program-Penangkaran-Anjing-Kintamani-Kembali-Berjalan.jpg)