Berita Denpasar

Bangunan Tahan Gempa, Pasar Seni Kuta Diupayakan Jadi Destinasi Pariwisata Inklusif di Bali

Bangunan Tahan Gempa, Pasar Seni Kuta Diupayakan Jadi Destinasi Pariwisata Inklusif di Bali

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Putu Yunia
I Gusti Anom Gumanti yang merupakan Ketua Tim Penataan Pantai Kuta yang juga merupakan Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Badung menghadii Upacara Melaspas Pasr Seni Kuta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penataan Pantai Kuta dan area sekitarnya saat ini tak lepas dari kondisnya pantai yang sudah mulai ditinggalkan. 

Hal ini dikatakan oleh I Gusti Anom Gumanti yang merupakan Ketua Tim Penataan Pantai Kuta

Anom menuturkan banyak wisatawan utamanya para wisatawan asing yang saat ini sudah mulai meninggalkan Kuta dan mencari pantai lainnya. 

Padahal Pantai Kuta adalah pemegang ikon Pulau Bali khususnya dalam urusan pantai sejak tahun 90an hingga tahun 2000. 

Sadar dengan kondisi tersebut, ia bersama seluruh stakeholder kemudian mencari solusi untuk mengembalikan situasi. 

“Melalui komponen desa adat yang kami miliki, akhirnya kita sepakat untuk membuat sebuah konsepsi tentang penataan Pantai Kuta ke depannya,” kata I Gusti Anom Gumanti. 

Ide ini kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait dengan proses penganggaran atau pendarannya. 

Ternyata hal ini mendapat respon yang baik karena pihak pemerintah juga menyadari kondisi terkini Pantai Kuta

Ide itu kemudian dituangkan dan diwujudkan dalam wajah baru Pantai Kuta saat ini termasuk juga penataan pasar seni yang berada di dalamnya. 

Ketua Fraksi PDIP Kabupaten ini kemudian menjelaskan hal yang mencolok dari penataan ini adalah adanya parkir yang representatif. 

Kedepannya, berdasarkan dari kajian PUPR, area parkir ini dan seluruh area Pantai Kuta akan dikomperhensifkan dengan rencana pembangunan MRT. 

“MRT rencananya ada di bawah tanah dari bandara I Gusti Ngurah Rai dan terminalnya ada di Pantai Kuta, dan akan berakhir ke Central Parkir Kuta,” tambahnya. 

Selain area parkir, yang saat ini sudah sangat representatif dan jauh berkembang dari bangunan yang terdahulu yang masih konvensional adalah bangunan Pasar Seni Kuta. 

Bangunan pasar telah diuji dengan uji kekuatan gempa sehingga daya tahan bangunan ini bisa bertahan dan tidak goyah dengan gempa berkekuatan 7-8 SR. 

Untuk kepemilikan masing-masing toko, dirinya tidak enerapkan presentasinya antara orang Kuta dan luar Kuta. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved