Nyepi 2023
Dishub Gianyar Minta Bantuan Kades dan Lurah Padamkan LPJ Saat Nyepi
Meski Dishub Gianyar biasanya menurunkan semua personil untuk memadamkan LPJ selama Nyepi, namun tetap saja ada yang tercecer.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pada malam hari saat Hari Raya Nyepi wilayah Kabupaten Gianyar, Bali gelap gulita.
Hal itu dikarenakan masyarakat hampir tak ada yang menghidupkan lampu.
Sebab kegelapan juga menjadi salah satu kewajiban Catur Brata Penyepian.
Baca juga: Turut Menjaga Kearifan Lokal, Polsek Denpasar Barat Pengamanan Giat Melasti Jelang Nyepi 2023
Selain masyarakat, pemerintah melalui Dinas Perhubungan Gianyar juga wajib memadamkan lampu penerang jalan.
Meski Dishub Gianyar biasanya menurunkan semua personil untuk memadamkan LPJ selama Nyepi, namun tetap saja ada yang tercecer.
Karena itu Dishub Gianyar pada Nyepi Rabu 22 Maret 2023 meminta bantuan kades dan lurah untuk memadamkan LPJ yang tercecer.
Baca juga: Upacara Melasti Rangkaian Nyepi, Polsek Kuta & Pecalang Sinergi Lakukan Pengamanan
Hal itu dikatakan Plt Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Suamba, Senin 20 Maret 2023. Kata dia, wajar ada LPJ yang luput dari pemadaman pihaknya.
Sebab, di seluruh Kabupaten Gianyar terdapat 21.416 titik lampu LPJ. "Dari seluruh titik lampu itu, tercakup dalam 629 kwh meter," jelas Wayan Suamba.
Baca juga: Upacara Melasti Rangkaian Nyepi, Polsek Kuta & Pecalang Sinergi Lakukan Pengamanan
Dikatakan Wayan Suamba pemadaman ini murni dilakukan agar pelaksanaan Nyepi saat Sipeng berjalan dengan khusyuk.
"Kalau masih ada lampu yang menyala, nanti justru masyarakat duduk-duduk di pinggir jalan, sedangkan warga lain khusyuk melaksanakan tapa brata penyepian," ujar Wayan Suamba.
Kata dia, pemadaman dilakukan mulai mulai Selasa 21 Maret atau saat Hari Pengerupukan dan pada pukul 12.00 Wita di Hari Rabu seluruh LPJ sudah padam total.
Baca juga: Jelang Pengrupukan Hari Raya Nyepi 2023, DLH Bangli Gencar Lakukan Pemangkasan Pohon Perindang
Sedangkan untuk menghidupkan kembali. Saat dimatikan ataupun dihidupkan, biasanya akan ada lampu yang tercecer. Karena itu, ia meminta bantuan kades dan lurah jika di wilayahnya masih ada lampu yang belum padam atau belum dihidupkan.
"Petugas Dishub terbatas, sedangkan yang harus dipadamkan keseluruhan. Begitu juga dengan saat menghidupkan kembali, yang masih tercecer oleh petugas, kami minta bantuan ke aparat desa atau warga masyarakat yang ikut memadamkan," kata Suamba. (*)
Berita lainnya di Berita Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Salah-satu-lampu-penerang-jalan-LPJ-di-Kota-Gianyar.jpg)