Berita Bangli

33 Orang Demam dan Diare Lalu Dilarikan ke IGD RSU Bangli Saat Nyepi

Dijelaskan, RSU Bangli tetap memberikan pelayanan pada pasien selama rangkaian Nyepi, yakni mulai dari malam pengerupukan, Selasa (21/3) malam.

tribun bali/dwisuputra
ilustrasi demam - RSU Bangli menerima 33 pasien selama hari raya Nyepi, Rabu (22/3). Dari jumlah tersebut, 14 pasien diantaranya harus menjalani rawat inap. 

TRIBUN-BALI.COM - RSU Bangli menerima 33 pasien selama hari raya Nyepi, Rabu (22/3).

Dari jumlah tersebut, 14 pasien diantaranya harus menjalani rawat inap.

Hal ini diungkapkan Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSU Bangli, Sang Kompyang Arie Wijaya, Kamis (23/3).

Dijelaskan, RSU Bangli tetap memberikan pelayanan pada pasien selama rangkaian Nyepi, yakni mulai dari malam pengerupukan, Selasa (21/3) malam, hingga Ngembak Geni, Kamis (23/3).

Khususnya pada hari Nyepi, lanjut dia, tercatat ada 33 pasien yang dilarikan ke IGD RSU Bangli.

Kebanyakan mengeluhkan demam dan diare.

Baca juga: Tragedi Diduga Dipicu Ketersinggungan, Putu Eka Tewas Ditikam Saat Nonton Ogoh-ogoh di Veteran

Baca juga: Penonton Membeludak Kembali, Tradisi Omed-omedan di Sesetan Pasca Covid-19

RSU Bangli menerima 33 pasien selama hari raya Nyepi, Rabu (22/3).

Dari jumlah tersebut, 14 pasien diantaranya harus menjalani rawat inap.
RSU Bangli menerima 33 pasien selama hari raya Nyepi, Rabu (22/3). Dari jumlah tersebut, 14 pasien diantaranya harus menjalani rawat inap. (PIXABAY)

"Namun dari jumlah tersebut hanya 14 orang yang selanjutnya menjalani rawat inap. Sisanya diperbolehkan pulang," jelasnya.

Sang Kompyang mengatakan, rujukan pasien ke RSU Bangli ditengah Nyepi, melibatkan pecalang setempat. Pihaknya menegaskan hal ini diperbolehkan karena berkaitan dengan kondisi gawat darurat.

Dikatakan pula, sejak malam pengrupukan hingga saat hari Nyepi, RSU Bangli mendapat total kunjungan tujuh ibu hamil. Tiga diantaranya kunjungan saat malam pengerupukan, dan empat sisanya saat Nyepi.

Dari total tujuh kunjungan itu, lanjut Sang Kompyang, dua ibu hamil melahirkan secara normal. "Keduanya melahirkan berbeda hari. Yang satu saat pengerupukan, dan satunya saat Nyepi," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved