Mutasi Polri
Profil Irjen Karyoto, Mantan Petinggi KPK yang Kini Jadi Kapolda Metro Jaya, Punya Harta Rp7,7 M
Mutasi Polri penunjukkan Irjen Karyoto sebagai Kapolda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/713/III/KEP./2023
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Profil Irjen Karyoto, Mantan Petinggi KPK yang Kini Jadi Kapolda Metro Jaya, Punya Harta Rp7,7 M
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi ratusan anggotanya.
Salah satunya yang terkena mutasi ialah Irjen Pol Karyoto.
Irjen Karyoto resmi dimutasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Metro Jaya.
Ia menggantikan Irjen Fadil Imran yang dimutasi sebagai Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Baca juga: Kapolri Mutasi 437 Anggota, Termasuk 7 Kapolda, Irjen Pol Karyoto Jadi Kapolda Metro Jaya
Baca juga: Kapolri Mutasi 437 Anggota, Termasuk 7 Kapolda, Irjen Pol Karyoto Jadi Kapolda Metro Jaya
Mutasi Polri penunjukkan Irjen Karyoto sebagai Kapolda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/713/III/KEP./2023 tertanggal 27 Maret 2023.
Surat telegram mutasi Polri itu bertanda tangan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
Berikut Profi Irjen Kartoyo
Irjen Karyoto lahir di Pemalang, Jawa Tengah pada Oktober 1968.
Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 yang berpengalaman di bidang reserse.
Karyoto diketahui pernah menjabat sebagai Kapolres Ketapang pada 2008.
Satu tahun di Kalimantan Barat, Karyoto kemudian di mutasi ke Interpol dan dilantik menjadi Kasubbid Infodata Kominter Set NCB.
Setelahnya, ia dipindah ke Bareskrim Polri dan menjabat Penyidik Utama Tk. II Dit III/Kor dan WCC.
Tahun 2011, Karyoto menjadi Kasubdit III Dittipidkor Bareskrim Polri.
Dari Bareskrim Polri, ia lalu di mutasi ke Kota Batam, Kepulauan Riau untuk menjadi Kapolresta Barelang.
Dua tahun di Kota Batam, Karyoto kembali ke tanah Jawa.
Ia di mutasi menjadi Dirreskrimum Polda DIY 2014.
Pada 2015, Karyoto lagi-lagi ditugaskan di Bareskrim Polri menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus.
Kemudian, ia menjadi Direktur Analis Pemutus Jaringan Internasional BNN pada 2016.
Jabatan itu diemban Karyoto selama dua tahun sebelum akhirnya menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Pidkor Bareskrim Polri.
Dilansir TribrataNews Sulut, setelahnya Karyoto dilantik menjadi Wakapolda Sulut menggantikan Brigjen Johni Asadoma.
Acara serah terima jabatan tersebut berlangsung di Aula Catur Prasetya Polda Sulut pada 29 Oktober 2018.
Hampir satu tahun di Sulut, Karyoto kemudian di mutasi menjadi Wakapolda DIY.
Pada April 2020, ia meninggalkan jabatannya sebagai Wakapolda DIY karena menjadi Deputi Penindakan di KPK, sebagaimana diberitakan TribrataNews Bantul.
Pelantikan Karyoto sebagai Deputi Penindakan KPK dipimpin langsung oleh pimpinan lembaga anti-rasuah pada 14 April 2020, di Auditorium Gedung Penunjang KPK.
Momen ini berbarengan dengan kenaikan jabatan yang diperoleh Karyoto, dari Brigjen menjadi Irjen.
Meski bertugas di KPK, status Karyoto masih sebagai anggota Polri.
"Terkait posisi di Polri, yang bersangkutan tetap jadi anggota Polri dengan penugasan di kelembagaan di luar Polri," ujar Kapolri saat itu, Idham Azis, Selasa (14/4/2020).
Diketahui, Karyoto mengisi jabatan Deputi Penindakan KPK yang sebelumnya pernah diduduki Ketua KPK, Firli Bahuri.
Posisi ini kosong hampir setahun setelah ditinggal Firli yang ditarik kembali ke Polri pada Juni 2019.
Sejak saat itu, Deputi Penindakan KPK sementara dijabat Direktur Penyidikan, Brigjen RZ Panca Putra Simanjuntak.
Dalam proses seleksi tahap akhir, Karyoto mengalahkan dua calon lainnya.
Mereka yakni Wakapolda Sumatra Selatan, Brigjen Rudi Setiawan, dan Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kadiklat) Reserse Lemdiklat Polri, Brigjen Agus Nugroho.
Punya Harta Rp 7,7 M
Inspektur Jenderal (Irjen) Karyoto yang di mutasi dari posisinya sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadi Kapolda Metro Jaya memiliki kekayaan Rp 7.710.000.000 atau Rp 7,7 miliar.
Kekayaan Karyoto itu tertuang dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan 6 Februari 2023 untuk laporan periodik 2022.
Harta Karyoto didominasi tujuh unit tanah dan bangunan senilai Rp 5.720.000.000 yang terletak di Garut, Jawa Barat; dan Sleman, Yogyakarta.
Dari tujuh tanah dan bangunan tersebut, aset yang nilainya paling besar terletak di Sleman.
Luasnya mencapai 360 meter persegi/340 meter persegi senilai Rp 2.170.000.000.
Selain itu, Karyoto juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.740.000.000.
Rinciannya adalah Toyota Alphard Minibus 2020 hasil sendiri senilai Rp 700 juta, Toyota Innova Q 2022 hasil sendiri senilai RP 570 juta, dan Toyota Innova V 2022 hasil sendiri senilai RP 470 juta.
Dalam laporan itu, Karyoto juga tercatat memiliki harta bergerak lain senilai Rp 500 juta, kas dan setara kas Rp 650 juta. Ia tidak tercatat memiliki surat berharga maupun harta lainnya.
Sub total kekayaan Karyoto mencapai Rp 8.610.000.000. Namun, jumlah tersebut dikurangi utang sebesar Rp 900 juta.
Dengan demikian, total kekayaan Karyoto Rp 7.710.000.000.
Diminta Kembali ke Polri
Pada Februari 2023 lalu, Irjen Karyoto dan Brigjen Endar Prihantoro yang menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK, mendapat surat rekomendasi untuk kembali ke Polri.
Surat rekomendasi ini dikeluarkan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri.
Hal inipun telah dikonfirmasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Iya memang betul ada (surat rekomendasi)."
"Namun, demikian tentunya kita akan melihat peluang-peluang yang ada,” jelas Kapolri di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (9/2/2023), dikutip dari polri.go.id.
Dikabarkan, surat Firli Bahuri kepada Listyo Sigit itu adalah buntut dari kontroversi penanganan kasus Formula E.
Rumor yang beredar mengatakan terjadi perselisihan antara Firli dengan Karyoto dan Endar.
Firli disebut-sebut tetap berusaha agar kasus Formula E dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan berusaha mengganti pejabat lembaganya yang berseberangan dengannya.
Namun, rumor tersebut dibantah Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.
Ali mengungkapkan rekomendasi pengembalian Karyoto dan Endar ke Polri dalam rangka promosi jabatan.
Ia mengatakan surat pengusulan promosi Karyoto dan Endar Prihantoro ke Polri sudah ada sejak November 2022.
"Jadi benar berdasarkan informasi yang kami peroleh, ada surat yang dikirimkan KPK terkait pengusulan promosi di lingkungan Polri untuk keduanya," kata Ali Fikri, Kamis (9/2/2023).
"Yang kami ketahui surat promosi dimaksud sudah diajukan sekitar awal November tahun lalu," tandasnya.
(*)
Kapolres Karangasem Nengah Sadiarta Dirotasi, Pernah Ungkap Kasus Pembunuhan hingga Prostitusi |
![]() |
---|
DAFTAR Mutasi Perwira Polisi: Kapolri Rotasi 513 Personel, Mulai dari Bareskrim hingga Polda Sumut |
![]() |
---|
Kapolri Mutasi 437 Anggota, Termasuk 7 Kapolda, Irjen Pol Karyoto Jadi Kapolda Metro Jaya |
![]() |
---|
Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Polisi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan Diganti |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.