Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Advetorial

Tips Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai, Simak Caranya Berikut Ini

Biaya ini memang tak dapat diprediksi, sehingga jika kamu mengalami masalah kekurangan biaya dalam pembangunan rumah impian, maka kamu tentu harus men

Tayang: | Diperbarui:
Pixabay
Ilustrasi rumah - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan. Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak. Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang. Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya. 

TRIBUN-BALI.COM - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal.

Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak.

Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang.

Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya.

Namun bagaimanapun juga, biaya bangun rumah 2 lantai akan membutuhkan anggaran yang besar.

Biaya rumah dua lantai akan lebih mahal dibandingkan jika kamu ingin mengubah rumah yang hanya satu lantai menjadi dua lantai.

Baca juga: Hong Kong Airlines Operasikan Lagi Rute ke Bali, Bandara Ngurah Rai Layani 28 Rute Internasional

Baca juga: Ubud Tak Banyak Dapat Kue Lebaran, Wisdom Senang Menginap di Selatan, Gianyar Hanya Venue Kunjungan

Ilustrasi rumah - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal.

Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak.

Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang.

Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya.
Ilustrasi rumah - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan. Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak. Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang. Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya. (Pixabay)

Biaya ini memang tak dapat diprediksi, sehingga jika kamu mengalami masalah kekurangan biaya dalam pembangunan rumah impian, maka kamu tentu harus mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan.

Salah satu yang terpercaya adalah BFI Finance.

Kamu bisa mengajukan pinjaman dengan gadai BPKB mobil , dengan proses yang cepat dan mudah, bahkan untuk bunga bersaing, sehingga tidak memberatkan nasabah dalam pembayaran cicilan.

Rencanakan Pembangunan Rumah Dari Awal

Pada dasarnya sebuah rumah dapat direnovasi secara bertahap, di mana hanya sebagian saja yang direnovasi.

Atau, rumah tersebut direnovasi secara total. Untuk biaya tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Misalnya, jika kamu akan membangun rumah 2 lantai maka kamu membutuhkan bahan-bahan bangunan yang lebih banyak dan berkualitas dibandingkan pada bangunan di lantai atas.

Ilustrasi rumah - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal.

Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak.

Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang.

Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya.
Ilustrasi rumah - Ketika akan membangun sebuah rumah, tentu harus mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya adalah perencanaan terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan. Karena tanpa adanya rencana anggaran yang baik, akan membuat biaya menjadi bengkak. Apalagi jika kamu membangun rumah 2 lantai, tentu akan menelan biaya yang lebih besar dan perhitungan yang lebih matang. Karena kamu ingin rumah yang kamu bangun bisa tahan lama dan nyaman bagi penghuninya. (Pixabay)

Karena rumah lantai bawah akan menahan berat beban bangunan di atasnya.

Besarnya biaya bangun rumah 2 lantai tentu terkait dengan kondisi keuangan, sehingga sangat penting untuk merencanakan proyek ini dengan baik.

Jangan sampai tujuan memiliki rumah yang nyaman membuat kamu pusing dengan banyaknya tagihan di kemudian hari.

Selain itu, perencanaan yang matang juga akan memastikan pembangunan rumah berhasil, karena rumah akan selesai tepat waktu.

Pastikan untuk menjadwalkan proyek dan memperkirakan biaya pembangunan rumah dengan baik dan efisien sejak awal.

Menghitung Biaya Pembangunan Rumah

Menghitung biaya pembangunan rumah 2 lantai merupakan hal yang wajib dilakukan.

Ini akan membantu membuat proyek perbaikan rumah berjalan lancar. Berikut rincian biaya pembangunan rumah yang harus kamu persiapkan, diantaranya:

1. Harga Pembelian Tanah

Biaya ini timbul jika rumah kamu sekaligus menambah luas bangunan dan penambahan tanah.

Artinya membeli tanah ini akan membutuhkan uang.

Harga pembelian tanah juga sudah termasuk dalam biaya pembangunan rumah yang akan dibangun.

Contoh: rumah akan diperpanjang 30 meter, sedangkan harga tanah per meter Rp 4 juta. Maka perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk membeli tanah adalah sebagai berikut:

30 x Rp4.000.000 = Rp120.000.000.

Namun, jika ternyata rumah tersebut akan direnovasi tanpa menambah luas tanah, maka biaya tersebut akan dibebaskan satu kali. Hal ini juga berlaku jika ternyata kamu masih memiliki lahan kosong dan bisa dibangun di atasnya untuk memperluas rumah.

2. Biaya Tukang

Pada dasarnya pembangunan rumah bisa dilakukan dengan menggunakan tenaga lepas atau metode kerja lainnya.

Akan mudah, jika pemiliknya sendiri yang memiliki kewenangan utama untuk mengurus atau bahkan ikut serta dalam pembangunan rumah itu sendiri.

Seringkali, biaya pembangunan rumah bisa ditekan lebih murah jika pemilik rumah dapat berkontribusi dalam renovasi rumah.

Namun jika tidak ingin ribet, maka menggunakan jasa pihak ketiga, dengan cara borongan. Dimana orang tersebut akan menghitung biaya jasa tukang saja.

Kontraktor dengan jenis kontrak ini akan menangani pembangunan rumah dari awal hingga akhir. Ini akan lebih baik, karena pemilik tidak perlu khawatir tentang biaya renovasi menjadi bengkak atau tak terkendali.

Biaya untuk kontraktor seperti ini akan dihitung berdasarkan luas bangunan yang dikerjakan. Umumnya tarif yang dikenakan para pengguna ini berkisar Rp 2 juta - 2,5 juta per meter persegi untuk rumah sederhana. Sementara untuk rumah mewah lainnya, harga akan lebih tinggi.

Contoh: Jika kamu sedang merenovasi rumah dua lantai dengan total luas bangunan 100 meter persegi, maka biaya pembangunan rumah sederhana yang diperlukan untuk membayar pekerjaan kontraktor dengan cara kontrak adalah sebagai berikut:

100 x Rp2.500.000 = Rp250.000.000.

Selain metode borongan seperti yang ada diatas, maka ada juga borongan total hingga terima kunci. Artinya kontraktor akan menghitung seluruh biaya material dan jasa tukang selama proyek renovasi tersebut.


Biaya perbaikan rumah 2 kamar tidur dengan struktur seperti itu akan jauh lebih tinggi. Seringkali jasa tukang dan material menggunakan sistem seperti ini dengan tarif sekitar Rp 2,5 juta - Rp 4 juta per meter persegi.


Namun, itu selalu tergantung pada jenis dan harga barang yang akan digunakan untuk membuatnya baru. Semakin baik kualitas material yang digunakan, maka akan semakin besar biaya bangun rumah 2 lantai.


3. Biaya Material

Biaya pembelian material adalah salah satu faktor terpenting saat mempertimbangkan biaya renovasi rumah.

Biaya perbaikan rumah dan lainnya akan dihitung berdasarkan luas rumah itu sendiri. Untuk biaya material standar akan menelan biaya sekitar Rp 2 juta per meter persegi.


Misalnya, jika kamu sedang merenovasi rumah dengan luas 100 meter persegi, maka biaya pembangunan rumah sederhana yang perlu kamu beli adalah sebagai berikut:


100 x RDI 2.000.000 = RDI 200.000.000.


4. Pengeluaran Tak Terduga (Dicadangkan)

Dalam merenovasi rumah tentu kamu harus mempersiapkan dana tak terduga atau biaya cadangan. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi pembengkakan biaya atau faktor lain yang dapat meningkatkan biaya renovasi rumah bersubsidi yang telah disetujui sebelumnya.

Biaya cadangan umumnya 25 persen dari total biaya renovasi rumah. Berdasarkan perkiraan biaya di atas, perkiraan jumlah uang yang harus disiapkan untuk renovasi rumah adalah sebagai berikut:

Harga beli tanah = Rp 120.000.000.

Biaya Pengembang = Rp 150.000.000.

Harga properti = Rp 200.000.000.

Jumlah total = Rp 470.000.000

Biaya tak terduga: 25 persen x Rp470.000.000 = Rp117.500.000

Tips Dalam Membangun Rumah

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat membangun rumah:

1. Rencanakan dengan hati-hati
Pastikan untuk merencanakan dengan baik sebelum kamu memulai pembangunan rumah. Ini mencakup semuanya, seperti: biaya surat izin, pilihan bahan yang akan digunakan, jika menggunakan jasa kontraktor maka kamu harus memilih perusahaan yang memiliki pengalaman banyak dan terpercaya.

2. Pahami luas bangunan dan rencana renovasi
Penting untuk memahami ukuran rumah. Hal ini tentunya juga akan mempengaruhi tujuan dan biaya pembangunan rumah 2 lantai, dan fasilitas apa saja yang diinginkan. Jangan lupa sesuaikan pembangunan rumah ini dengan kebutuhan kamu, misalnya dengan mengganti atap atau detail penting lainnya.
Itulah beberapa tips yang dapat kamu lakukan ketika ingin merenovasi sebuah rumah agar lebih nyaman. Tanpa harus membuat kamu gelisah di kemudian hari. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved