Berita Gianyar

Ubud Tak Banyak Dapat Kue Lebaran, Wisdom Senang Menginap di Selatan, Gianyar Hanya Venue Kunjungan

Belum lagi sejak adanya fasilitas Tol Trans Jawa yang mempersingkat waktu pelancong bermobil, membuat Bali menjadi lebih menyenangkan untuk dikunjungi

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi wisata Ubud - Tidak banyak yang menginap di Ubud libur Lebaran. 

TRIBUN-BALI.COM - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi.

Di mana biasanya wisatawan domestik, khususnya dari Pulau Jawa, banyak yang mengisi hari liburnya di Bali.

Sebab secara geografis, Bali dan Jawa berdekatan.

Belum lagi sejak adanya fasilitas Tol Trans Jawa yang mempersingkat waktu pelancong bermobil, membuat Bali menjadi lebih menyenangkan untuk dikunjungi.

Baca juga: Wisatawan Nakal karena Orang Lokal, Simak Penjelasan Gus Mananda Tentang Penyebabnya

Baca juga: Kampung Gay di Bali, Kisah Gus Mananda Sempat Kaget dan Trauma Datang ke Sana, Begini Ceritanya!

Ilustrasi jalan tol - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi.

Di mana biasanya wisatawan domestik, khususnya dari Pulau Jawa, banyak yang mengisi hari liburnya di Bali.

Sebab secara geografis, Bali dan Jawa berdekatan.

Belum lagi sejak adanya fasilitas Tol Trans Jawa yang mempersingkat waktu pelancong bermobil, membuat Bali menjadi lebih menyenangkan untuk dikunjungi.
Ilustrasi jalan tol - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Di mana biasanya wisatawan domestik, khususnya dari Pulau Jawa, banyak yang mengisi hari liburnya di Bali. Sebab secara geografis, Bali dan Jawa berdekatan. Belum lagi sejak adanya fasilitas Tol Trans Jawa yang mempersingkat waktu pelancong bermobil, membuat Bali menjadi lebih menyenangkan untuk dikunjungi. (Tribunlampung.co.id/Deni)

Kedatangan wisdom ini pun biasanya menggeliatkan perekonomian di Bali.

Sebab rata-rata mereka memilih untuk tinggal di hotel, berwisata di objek-objek terkenal di Bali, hingga menyantap hidangan di restoran-restoran yang rata-rata berkelas.

Namun biasanya, untuk tujuan menginap, wisatawan domestik ini lebih memilih kawasan Badung Selatan, yakni Kuta dan Kuta Selatan.

Ketua PHRI Gianyar, Adit Pande, Minggu (16/4) mengatakan, sejak dulu, wisatawan domestik memang tidak banyak yang menginap di Kabupaten Gianyar, khususnya Ubud.

Bahkan per hari ini, okupansi hotel di Ubud secara global rata-rata 65 persen.

Dari angka tersebut, total wisatawan domestik yang menginap di Ubud tak lebih dari 10 persen.

"Memang dari dulu, wisatawan domestik cenderung menginap di Badung Selatan," ujar Adit via telepon.


Menurur Adit, hal tersebut dikarenakan berbagai faktor.

Mulai dari harga kamar, dimana rata-rata harga kamar di Ubud cenderung lebih tinggi daripada hotel di kawasan selatan.

Sebab jumlah kamar hotel di Ubud lebih sedikit, namun dengan fasilitas yang berkelas.

Dan, secara psikologis, wisatawan domestik cenderung tidak mau jauh-jauh dari pantai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved