Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Upacara Nyineb di Pura Ulun Danu Batur Diiringi Ujan Lebat dan Angin Kencang

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran, membenarkan saat dikonfirmasi ihwal hujan lebat disertai angin kencang, yang terjadi.

Tayang:
Istimewa/Mer
Tangkapan layar hujan deras disertai angin kencang saat upacara nyineb di Pura Ulun Danu Batur. Senin (17/4/2023) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kadasa, telah memasuki upacara nyineb pada Senin (17/4/2023).

Upacara nyineb yang menjadi penutup rangkaian karya di Pura Ulun Danu Batur, Kecamatan Kintamani ini, sempat diwarnai hujan lebat disertai angin kencang.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran, membenarkan saat dikonfirmasi ihwal hujan lebat disertai angin kencang, yang terjadi pada Senin (17/4/2023).

Diakui kejadian ini baru pertama kali terjadi.

"Astungkara selamat sareng sami, ten wenten napi-napi. Biarpun ada yang roboh, tidak ada umat di sekitar," kata Jero Gede Batur Duhuran.

Baca juga: Menjelang Malam, Pelabuhan Gilimanuk Mulai Ramai, Pemudik Hindari Kepanasan di Siang Hari

Baca juga: Tari Baris Kolosal Akan Meriahkan HUT Bangli Ke-819

Tangkapan layar hujan deras disertai angin kencang saat upacara nyineb di Pura Ulun Danu Batur. Senin (17/4/2023)
Tangkapan layar hujan deras disertai angin kencang saat upacara nyineb di Pura Ulun Danu Batur. Senin (17/4/2023) (Istimewa/Mer)

 

Rangkaian upacara nyineb hari ini diawali dengan Bhakti Pepranian, Baris Perang-perangan, dan Bhakti Patingkeb.

Dilanjutkan dengan Nuek Bagia Pulakerti, Mralina Sampian. Dan terakhir Mendem Bagia Pulakerti ngelantur Ida Bhatari Katuran Bhakti Ngeluhur/Masineb.

Upacara yang turut dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta beserta jajaran tersebut. Hujan lebat terjadi saat rangkaian tari Baris Perang-perangan.

"Saat itu sudah hujan lebat, namun tetap dilanjut tari perang-perangannya. Memang kegiatan sempat ditunda sebentar, namun akhirnya berlanjut dan seluruh upacara bisa berjalan dengan baik," ungkapnya.

Lantas ditanya soal pertanda kaitannya dengan hujan deras di upacara nyineb ini, Jero Gede Batur Duhuran mengungkapkan seluruhnya dikembalikan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Namun sebagai umat beragama, atas peristiwa yang terjadi pihaknya memohon keselamatan untuk seluruh umat.

"Disamping juga kami memohon berkah dan rezeki," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved