Berita Bali

Atlet Panjat Tebing Wanita Asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi Harumkan Nama Indonesia di Korsel

Atlet Panjat Tebing wanita asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi harumkan nama Indonesia di Korsel.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Desak Made Rita Kusuma Dewi. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Desak Made Rita Kusuma Dewi, pemanjat tebing wanita asal Bali sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dalam ajang IFSC - Climbing World Cup 2023 di Seoul, Korea Selatan

Desak Rita menduduki peringkat ke-3 dan berhasil mempersembahkan perunggu untuk Indonesia di nomor speed perorangan putri (women's speed). 

Perempuan Bali berparas cantik ini berhasil mencatatkan waktu 6,60 detik, lebih cepat dari atlet pemanjat tebing Poldandia  Alexandra Kalucka yang mencatatkan waktu 6,71 detik.

Sementara itu di babak final, Aleksandra Miroslaw dengan catatan waktu 6,35 detik mengukuhkan dirinya sebagai peraih emas

Dan Natalia Kalucka dengan catatan waktu 6,66 detik di posisi kedua meraih medali perak. 

IFSC-Climbing World Cup 2023 kali ini menjadi jalan bagi para pemanjat tebing bisa menembus Olimpiade Paris 2024, termasuk Desak Rita.

Sebab ada 6 seri yang harus dilewati oleh pemanjat tebing di seluruh dunia, ajang di Korea Selatan tersebut menjadi seri pertama dari 6 seri yang dipertandingkan.

Di IFSC ini pula pemanjat tebing Indonesia lainnya Veddriq Leonardo berhasil memecahkan rekor dunia panjat tebing nomor world speed putra dengan catatan waktu 4,98 detik pada babak kualifikasi.

Baca juga: Dramatis Duel Sesama Pelatnas Panjat Tebing di PON XX Papua 2021, Atlet Bali Desak: Mungkin Dia Mis

Wakil Ketua II Pengprov Federasi panjat tebing Indonesia (FPTI) Bali Suhardi Eka Prasetya mengatakan terus memantau perkembangan Desak Rita untuk terus konsisten dalam penampilannya menuju Olimpiade Paris. 

"Desak Rita kami semua baik di FPTI Bali maupun Pelatnas, harapannya penampilan dan prestasinya konsisten berada di tiga besar,” kata Suhardi saat dihubungi pada Rabu 2 Mei 2023. 

“Karena untuk menuju Olimpiade Paris itu, atlet seluruh dunia mengikuti minimal enam series selama tahun 2023 ini," imbuh dia. 

Lanjut Suhardi, perjuangan Desak Rita tidaklah mudah, karena banyak rival di kategori women's speed yang memiliki kualitas seperti dari Jepang, Tiongkok hingga Polandia. 

Konsistensi dibutuhkan Desak Rita, tidak hanya berpuas pada perolehan medali perunggu ini saja namun menjadi bekal motivasi kedepannya. 

“Di kejuaraan di Korea Selatan ini contohnya. Di peringkat lima besar, ada tiga dari Polandia, sementara satunya lagi dari Tiongkok,” ujar dia. 

Setelah di Korea Selatan, Series panjat tebing berikutnya rencananya digelar di Jakarta, Indonesia sebagai tuan rumah bulan Mei 2023, ini bisa menjadi keuntungan bagi Desak Rita untuk mampu terus membuktikan kansnya. 

"Kami optimis Desak Rita kembali membawa nama harum Indonesia,” ucap Suhardi. 

“Di series kedua rencana awal akan digelar di Yogyakarta atau Bali, tapi kemudian ada revisi kembali dan akhirnya digelar di Jakarta," pungksanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved