Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

UTBK SNBT Gelombang Pertama di Undiksha Diikuti 1.892 Peserta

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)  Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja gelombang pertama

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Sejumlah peserta saat mengikuti UTBK SNBT di Undiksha, Senin (8/5) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)  Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja gelombang pertama telah dimulai pada Senin (8/5).

Ujian dilaksanakan di delapan ruang lab komputer, yang terbagi dalam empat lokasi. 

Rektor Undiksha, Prof Dr I Wayan Lasmawan mengatakan, Undiksha terpilih menjadi salah satu pelaksana UTBK.

Ujian ini akan dilaksanakan selama enam hari terhitung sejak tanggal 8 hingga 13 Mei 2023, dengan jumlah peserta mencapai 1.892 orang.

Mekanisme pelaksanaan UTBK ini merujuk pada SOP yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Dimana meski kasus Covid-19 telah melandai, namun protokol kesehatan di ruang ujian tetap diterapkan.

Selain itu pihaknya juga mengurangi mobilitas di kampus agar tidak mengganggu konsentrasi para peserta ujian.

"Kami meniadakan semua kegiatan di kampus, kecuali pembelajaran agar teman-teman yang ikut tes tidak merasa terganggu," katanya ditemui usai memantau pelaksanaan UTBK melalui CCTV. 

Lasmawan menyebut, khusus untuk penerimaan mahasiswa baru di Undiksha, pihaknya menyediakan sebanyak 5.100 kursi baik untuk Diploma 3, Diploma 4, Sarjana, Magister hingga Program Doktor atau S3.

Penerimaan mahasiswa baru itu dibagi dalam tiga jalur yakni prestasi dengan alokasi 30 persen, SNBT dengan alokasi 40 persen serta jalur mandiri dengan alokasi 30 persen. 

Pada penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri, pria asal Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Bangli ini menegaskan Undiksha  tidak lagi melakukan tes.

Pihaknya hanya akan akan menggunakan hasil UTBK sebagai pedoman untuk menentukan apakah peserta tersebut dapat lolos dalam penerimaan mahasiswa jalur mandiri atau tidak.

"Tapi untuk mendukung Program Studi (Prodi) yang daya tampungnya belum terpenuhi, ada kemungkinan akan dibuka jalur mandiri dengan tes. Untuk melengkapi dan mengisi kursi yang masih kosong saja," terangnya. 

Lasmawan pun berharap bukaan penerimaan mahasiswa baru ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh bangku dan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

"Kami selaku lembaga pendidikan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai lapisan untuk mengenyam pendidikan tinggi," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved