Pengeroyokan di Buleleng
Niatnya Melerai Keributan, Ketut DM Malah Jadi Korban Pengeroyokan Di Buleleng Bali
kejadian bermula saat korban mendatangi salah satu tempat hiburan malam di pesisir Pantai Penimbangan sekitar pukul 00.30 Wita.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang pemuda diduga menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal.
Insiden ini terjadi di salah satu tempat hiburan malam pesisir Pantai Penimbangan, wilayah Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Bali.
Aksi pengeroyokan tersebut direkam salah satu pengunjung, yang akhirnya viral di media sosial.
Dari video berdurasi 13 detik itu, terlihat korban dikeroyok sejumlah pria berbadan besar.
Baca juga: 7 Pelaku Pengeroyokan Diburu, Detik-Detik Dua Pria Dianiaya dan Dibakar di Pelabuhan Benoa
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa ini. Peristiwanya terjadi pada Selasa 21 April 2026 dini hari.
"Korban diketahui bernama Ketut DM, asal Kecamatan Sukasada, Buleleng," ujarnya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Rabu 22 April 2026.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban mendatangi salah satu tempat hiburan malam di pesisir Pantai Penimbangan sekitar pukul 00.30 Wita.
Di tempat ini pula, pemuda 25 tahun itu mengonsumsi minuman jenis arak bersama rekan-rekannya.
Beberapa saat kemudian, teman Ketut DM naik ke panggung untuk bernyanyi dan berjoget.
Dalam suasana tersebut sempat terjadi cekcok hingga situasi memanas.
Ketut DM yang berusaha melerai keributan, justru menjadi sasaran.
"Korban sempat beradu argumen dengan petugas keamanan setempat. Meski telah menjelaskan bahwa dia hanya berupaya menenangkan situasi, namun korban tetap diseret ke luar oleh dua orang petugas keamanan dengan cara memegang bahu kanan dan kiri," jelasnya.
Saat dalam perjalanan menuju pintu keluar, Ketut DM sempat terjatuh dan langsung dipukul di bagian wajah sebanyak dua kali oleh petugas keamanan.
Tidak berhenti di situ, setelah berada di luar lokasi, korban kembali mengalami aksi pengeroyokan.
"Pengakuan korban, ia melihat sekitar delapan orang di lokasi yang secara bergantian memukul dirinya di berbagai bagian tubuh. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di dahi, dagu, memar di area mata kiri, nyeri di pipi kanan dan kiri, sakit pada punggung, serta luka di bagian dalam mulut," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Niatnya-Melerai-Keributan-Ketut-DM-Malah-Jadi-Korban-Pengeroyokan-Di-Buleleng-Bali.jpg)