Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

148 Cakep Lontar di Museum Lontar Dukuh Penaban Telah di Digitalisasi

Moseum Lontar Dukuh  Penaban, Desa Dukuh Penaban,  Kec. Karangasem  memiliki koleksi lontar sekitar 320 cakep

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Saiful Rohim
Prosesi digitalisasi lontar di Moseum Lontar Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Museum Lontar Dukuh Penaban, Desa Dukuh Penaban,  Kecamatan Karangasem memiliki koleksi lontar sekitar 320 cakep.

Dari jumlah itu, sebanyak 148  cakep telah di digitalisasi oleh pengelola museum.

Sisanya belum di digitalisasi, Prosesi  digitalisasi digelar sejak akhir pertengahan 2019 lalu. 

Bandesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, mengaku, digitalisasi lontar dilakukan secara brtahap.

Mengingat proses digitalisasi membutuhkan waktu cukup  lama, serta biaya.

Koleksi lontar yang sudah didigitalisasi meliputi lontar usada, kawisesan, tutur, dan lontar jenis lainnya. Sedangkan yang lain proses

"Antusiasme yang mengakses lontar digitalisasi lumayan banyak. Cuma pengelola belum bisa mendigitalisasi lontar keseluruhan. Selain waktunya lama, biayanya juga lumayan. Apalagi hanya andalkan donasi sukarela pengunjung,"ungkap Nengah Suarya, Selasa (9/5/2023). 

Ditambahkan, untuk digitalisasi lontar harus mengikuti beberapa tahap.

Pertama konservasi lontar. Setelah itu baru dilakukan registrasi, dan pengambilan gambar menggunakan kamera.

Dilanjutkan membuat deskripsi tentang isi yang tersirat dilontarnya.

"Makanya kita bertahap. Semoga berjalan lancar,"harap Suarya

Pria asli Dukuh Penaban mengaku, digitalisasi lontar tujuan untuk penyelamatan transkip dan naskah lontar yang sudah berusia.

Langkah ini dilakukan mengantisipasi kekhawatiran. Seperti hilang serta rusak. Sehingga nantinya lontar  terjaga dan terlestarikan, serta bisa diakses masyarakat secara umum.

"Kita juga memiliki transkip lontar yang sudah dialihkan ke bahasa latin capai ribuan transkip. Lontar milik warga banyak. Pengelola belum bisa ambil keseluruhan, masih bertahap,"imbuhnya.

Untuk kunjungan wisatawan ke Moseum  Lontar Dukuh Penaban mengeliat. Pengunjung didominasi wisatawan domestik yang notabene merupakan pengiat lontar dan kalangan akademisi yang hendak mencari literasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved