Video Hoaks Panglima TNI Yudo Margono Dukung Anies Baswedan Viral, Mabes TNI Buru Pelaku Utama

Video Hoaks Panglima TNI Yudo Margono Dukung Anies Baswedan Viral, Mabes TNI Buru Pelaku Utama

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono didampingi KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat konferensi perss (konpres) di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Papua, Selasa 18 April 2023. 

 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Video hoaks Panglima TNI, Yudo Margono mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden direspon serius oleh Mabes TNI.

Mabes TNI telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku utama penyebar hoaks yang menyeret Yudo Margono itu.

Pembentukan tim khusus itu terdiri dari beberapa unsur penting TNI.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono.

Baca juga: Nyawa Anak Buahnya Melayang, Panglima TNI Yudo Margono Naikkan Status Operasi di Nduga Papua

Ia mengatakan tim khusus tersebut terdiri dari Staf Intelijen (Sintel) TNI, Kepala Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dan Satuan Siber (Satsiber) TNI.

"Sintel TNI, Kababinkum, Puspom TNI, Puspen, SatSiber, membentuk tim khusus memburu pelaku utama tersebut," kata Julius kepada wartawan, Jumat (19/5/2023).

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda Julius Widjojono menegaskan video di kanal Youtube Menara Istana berjudul “di pimpin Langsung Panglima yudo margono !! ribuan TNI resmi deklarasi Anies presiden 2024” yang diunggah pada Selasa (16/5/2023) lalu adalah bohong atau hoaks.

Baca juga: Panglima TNI Beri Klarifikasi Terkait Pekerja yang Disandera: Bukan Ulah KKB, Tapi Warga Setempat

Dalam video tersebut, terdapat potongan video Laksamana TNI Yudo Margono, Anies Rasyid Baswedan, dan sejumlah prajurit berseragam TNI.

Selain itu, tampak pula sosok prajurit bermasker yang seolah menyampaikan dukungan dan kekaguman terhadap Anies Baswedan.

Narasi tersebut juga mengatakan mereka berasal dari brigade 08.

"TNI menyatakan dengan pasti bahwa video tersebut adalah tidak benar atau hoaks," kata Julius ketika dikonfirmasi pada Kamis (18/5/2023).

Isi narasi yang seolah disampaikan prajurit TNI bermasker tersebut, kata dia, tidak benar.

Selain itu, lanjut dia, suara narator juga bukan suara prajurit tersrbut melainkan suara orang lain yang sengaja disiapkan editor.

"Video ini sedang dalam penyelidikan pihak TNI," kata Julius.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved