Berita Bangli

Aktifitas Biro Perjalanan Wisata Jadi Idaman Pemodal Asing di Bangli

Penanaman modal asing di Bangli mengalami peningkatan tiap tahunnya. Rata-rata investor dari luar negeri tertarik di sektor pariwisata

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Plt Kepala Dinas PMPTSP, Jetet Heberon 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Penanaman modal asing di Bangli mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Rata-rata investor dari luar negeri tertarik di sektor pariwisata, khususnya aktifitas biro perjalanan wisata.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Bangli, Jetet Heberon mengatakan, berdasarkan data di aplikasi OSS, terhitung sejak tahun 2021 hingga saat ini, tercatat ada 15 penanam modal asing (PMA).

"Kebanyakan dari mereka menaman modal di sektor pariwisata, berupa aktifitas biro perjalanan wisata," ujarnya Minggu (28/5/2023) 

Dikatakan pula, 15 PMA ini tidak hanya menanam modal di satu sektor saja. Ada sektor-sektor lain yang juga dilirik pemodal asing tersebut.

Misalnya hotel; perdagangan besar kopi, teh dan kakao; industri pengolahan kopi; restoran; real estat dan sebagainya.

"Untuk lokasi usaha, kebanyakan berada di wilayah Kecamatan Kintamani dan Tembuku," sebutnya. 

Lanjut Jetet Heberon, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan investasi di Bangli.

Mulai dari melakukan promosi secara rutin terkait potensi-potensi yang ada di Kabupaten Bangli, melalui pembuatan video potensi alam dan lingkungan terkait pariwisata

"Video tersebut ditayangkan melalui Media Sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan website Dinas PMPTSP. Serta dibuatkan buklet dan brosur-brosur kepada pelaku-pelaku pariwisata yang datang ke Bangli, ataupun dititip lewat event-event tertentu di provinsi," ucapnya.

Selain itu juga melakukan pendampingan dan sosialisaisi secara rutin dan berkelanjutan, terkait percepatan perizinan berusaha secara online.

Sehingga pelaku usaha di semua sektor memiliki jaminan legalitas usaha.

"Tentunya upaya yang kami lakukan ini bekerjasama dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bangli," ujarnya.


Jetet Heberon menilai dengan meningkatnya investasi di Kabupaten Bangli, secara umum berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab akan membuka lapangan kerja dan peluang pengankatan tenaga kerja di berbagai sektor.

"Selain itu usaha mikro kecil (UMK) akan terbuka untuk mengembangkan usahanya, untuk mendukung sektor-sektor utama yang di kembangkan.

Baik itu oleh investor dalam negeri maupun asing," ucapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved