KKB Papua

Pemberontakan KKB Karena Isu Sosial, Mayjen Izak: Lupakan Masa Lalu, Ciptakan Damai di Tanah Papua

Bahwa sebenarnya ada masalah sosial yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara damai tanpa ada pertumpahan darah di tanah Papua.

Editor: Mei Yuniken
instagram @tni_angkatan_darat
Mayjen TNI Izak Pangemanan saat Turun ke Daerah Rawan KKB Papua 

TRIBUN-BALI.COMPemberontakan KKB Karena Isu Sosial, Mayjen Izak: Lupakan Masa Lalu, Ciptakan Damai di Tanah Papua

Belum lama ini, berita pengancaman Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua terhadap aparat keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia menarik atensi seluruh lapisan masyarakat.

Baik para aparat, tokoh penting hingga warga sipil menyoroti kasus ini.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga pimpinan Egianus Kogoya diketahui telah lama melakukan penyanderaan terhadap pilot Susi Air.

Bahkan, dalam video ancaman yang beredar, Egianus Kogoya CS tak segan akan menembak mati pilot asal Selandia Baru tersebut.

Upaya pembebasan Kapten Philip Mark Mehrtens hingga saat ini masih terus dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri.

Tak mempan dengan ancaman KKB Papua, Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Mayjen Izak Pangemanan menantang balik kelompok separatis itu.

Dilansir dari TribunPapua, ia menegasakan bahwa ancaman untuk menembak kapten Philip tak ada gunanya.

Teranyar, Mayjen Izak juga mengungkapkan alasan dibalik pemberontakan KKB di Papua.

Bahwa sebenarnya ada masalah sosial yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara damai tanpa ada pertumpahan darah di tanah Papua.

Baca juga: Ancaman KKB Papua Disebut Tak Ada Gunanya, Pangdam Cenderawasih: Saya Minta Segera Bebaskan Saja

Pangdam Cenderawasih Sebut Pemberontakan KKB Merupakan Masalah Sosial

Hingga saat ini, Pangdam menjelaskan bahwa seluruh elemen Forkopimda sedang mengupayakan untuk membebaskan Philip dari tangan KKB.

"Kedepankan Forkopimda karena ini permasalahan sosial. Jadi yang menyelesaikan Forkopimda di mana Kodam adalah salah satu bagian Forkopimda," paparnya.

Pangdam juga menuturkan, penyanderaan harus segera diakhiri dengan jalan damai.

Ia pun mengimbau tak ada pertumpahan darah yang mengawal pembebasan Kapten Philip.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved