Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Danau Batur Tercemar Sampah dan Pestisida, Kadis DLH: Kualitas Air Membaik Dicampur Eco Enzim

Tingkat pencemaran air Danau Batur, Kintamani diyakini mengalami penurunan pasca penuangan cairan eco enzim yang sudah beberapa kali dilakukan.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana penuangan cairan eco enzim di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM - Tingkat pencemaran air Danau Batur, Kintamani diyakini mengalami penurunan pasca penuangan cairan eco enzim yang sudah beberapa kali dilakukan. Danau Batur tercemar karena sampah dan pestisida.

"Pencemaran itu banyak akibat sampah dan pestisida yang berasal dari beberapa kebun atau ladang di sekitar Danau Batur. Termasuk juga keramba jaring apung (KJA) juga berpengaruh terhadap pencemaran," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, I Putu Ganda Wijaya, Minggu (4/6).

Ganda menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sebelumnya, baku mutu atau pH air di Danau Batur cukup tinggi, yakni mencapai angka sembilan. Namun setelah dilaksanakan penuangan sebanyak 20 ton selama enam kali, kata dia, sudah ada peningkatan baku mutu air Danau Batur.

Baca juga: Bahagia Jemaah Haji Bali Setelah Bertahun Antre, Juhrawiyah Usia 103 Tahun, Afrizal yang Termuda

Baca juga: Dwijati, Upacara Kelahiran Seorang Sulinggih Dalam Agama Hindu

Kuramba Jaring Apung (KJA) di Danau Batur, Kintamani. Rabu (8/3/2023)
Kuramba Jaring Apung (KJA) di Danau Batur, Kintamani. Rabu (8/3/2023) (ist)

"Dengan penuangan eco enzim, nilai pH sudah mengalami peningkatan, yang sebelumnya sempat sampai sembilan, sekarang ada di kisaran tujuh sampai enam atau mendekati baku mutu standar," ujarnya.

Kata dia, layak dan tidaknya air untuk dikonsumsi tidak hanya mengacu pada indikator pH saja, melainkan banyak parameter. Secara umum, kualitas air Danau Batur berada di kelas dua.

"Artinya, kualitas air Danau Batur tidak begitu tercemar tetapi tidak layak untuk langsung dikonsumsi, harus direbus terlebih dahulu," ucap Ganda.

Penuangan cairan eco enzim masih akan dilakukan secara bertahap hingga Oktober mendatang. Ada sejumlah titik yang menjadi lokasi penuangan, dengan total 20 ton cairan eco enzim setiap kali penuangan.

"Total yang akan dituangkan sebanyak 237 ton 563 liter, yang penuangannya tiap dua pekan hingga Oktober mendatang. Dari penuangan ini target kita bisa mencapai baku mutu air yang standar berkualitas baik," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved