Berita Nasional

Pemprov Jateng Ingin Jadikan Borobudur Pusat Peribadatan Umat Buddha, Begini Perayaan Waisak 2567

Pemprov Jateng ingin jadikan Borobudur sebagai pusat peribadatan umat Buddha, begini perayaan Waisak 2567 yang diikuti Biksu dari berbagai negara.

Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Pemprov Jateng ingin jadikan Borobudur sebagai pusat peribadatan umat Buddha, begini perayaan Waisak 2567 yang diikuti Biksu dari berbagai negara. 

Ia menyebut, puluhan Bikkhu tersebut menempuh jarak 2.600 kilometer.

Di Jawa Tengah mereka juga mendapat sambutan dari warga, di sepanjang jalan yang mereka lewati.

Bahkan, dukungan juga diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Awalnya mereka tidak kenal, tapi begitu dikenalkan mereka merasa bahagia. Karena, sampai tingkatan gubernur itu, dengan rendah hati. Malah ketemu pas istirahat, tidak ada janjian. Pak Ganjar merakyat dan mereka terkesan," imbuhnya.

Seorang Bhikkhu Thudong, Banthe Kantadammo mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat di Indonesia.

Hal itu ia rasakan, terutama saat berada di Ambarawa dan Magelang.

"Ambarawa dan Magelang sangat luar biasa. Di Ambarawa kata kepala polisi yang ramai itu pas tahun baru dan Imlek. Tapi kemarin, pas ada perjalanan thudong sambutannya luar biasa," ucap Bante Kantadammo yang biasa dipanggil Bante Wawan itu

Pria kelahiran Cirebon yang telah enam tahun belajar di Thailand itu mengaku biasa melakukan ritual thudong.

Namun, sambutan yang dilakukan di Indonesia begitu luar biasa besar.

Diceritakannya, perjalanan dilakukan pada 23 Maret 2023. Melintasi negeri Jiran pada bulan puasa, sambutan tidak mereka rasakan.

Namun sesampainya di Bekasi dan Karawang, mereka mendapatan banyak sambutan dari warga.

"Inilah wajah-wajah Indonesia lama, yang murah senyum, ramah tamah menerima siapapun juga tanpa melihat ras maupun aliran. Inilah wajah Indonesia yang pernah hilang sekarang muncul," paparnya.

Setibanya di Borobudur, ia dan puluhan Bhikkhu Thudong kemudian melakukan ritual tersendiri.

"Pada waktu masuk ke Borobudur, kami punya ritual tersendiri untuk umat Buddha. Kita menghayati dan Bhikkhu yang melakukan perjalanan tudhong mereka keluarkan semua perasaan sampai menangis," urainya.

Terakhir, ia berharap agar semua pihak menjaga wajah Indonesia seperti sekarang. Sebagai negara yang tidak memandang suku, ras dan agama.

"Maka kiranya, dengan menjaga Indonesia damai, maka akan banyak turis yang datang ke Indonesia," pungkas Bante Kantadammo.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved