Kerusuhan di Tamansiswa Yogyakarta
352 Orang Diamankan Usai Bentrokan, Begini Potret Patung Ki Hajar Dewantara di Depan Pendopo
Pasca insiden ini terdapat setidaknya 352 orang yang diduga terlibat dan kini diamankan oleh kepolisian.
TRIBUN-BALI.COM – 352 Orang Diamankan Usai Bentrokan, Begini Potret Patung Ki Hajar Dewantara di Depan Pendopo
Aksi saling bentrok antarmassa yang terjadi di Jalan Tamansiswa kemarin Minggu 4 Juni 2023 malam, masih menjadi atensi berbagai pihak.
Dua massa yang terlibat merupakan suporter bola PSIM Yogyakarta Brajamusti dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Walaupun keduanya kini sepakat untuk berdamai dan menyesail adanya kejadian yang memicu kerusuhan ini, namun pihak kepolisian masih mengurus dan mendalami siapa saja yang terlibat.
Dilansir dari TribunJogja, pasca insiden ini terdapat setidaknya 352 orang yang diduga terlibat dan kini diamankan oleh kepolisian.
352 orang yang diamankan terdiri dari dua kelompok yang terlibat.
Baca juga: Suporter PSIM vs PSHT Jogja yang Picu Bentrokan di Tamansiswa Sepakat Damai: Kami Menyesal

Sampai dengan saat ini polisi terus melakukan pendataan baik korban luka maupun kerusakan sejumlah fasum akibat bentrokan yang terjadi Minggu 4 Juni 2023 malam.
"Untuk kerusakan kami masih melakukan pendataan. Untuk massa yang dievakuasi atau kami amankan berjumlah 352," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Senin 5 Juni 2023.
Dia menjelaskan, 352 orang itu dimungkinkan terlibat dalam bentrokan di Jalan Tamansiswa pada Minggu malam kemarin.
Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap 352 orang yang diduga terlibat bentrokan di Jalan Tamansiswa.
"352 orang yang diamankan saat ini ada di Mapolda DIY dan belum ada penetapan tersangka," terang dia.
Terkait saksi-saksi yang diperiksa, Direskrimum Polda DIY masih terus melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.
"Saksi-saksi belum ada, karena belum ada yang membuat laporan. Jadi ini kami terapkan model A," ungkapnya.
Korban Luka-luka

Polda DIY terus melakukan pendataan terkait para korban bentrokan yang terjadi pada Minggu malam.
Sampai dengan Senin siang ini, Polisi mencatat hanya ada 9 orang mengalami luka-luka.
"Terkait dengan luka-luka, kami masih melakukan pendataan karena yang terdata pada saat ini ada 9 yang luka-luka dan kami juga masih melakukan pendataan apakah ada masyarakat lain atau kelompok lain yang juga menderita luka-luka dan untuk kerusakan juga kami masih melakukan pendataan," ujar Direskrimum Polda DIY.
Polda DIY memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bentrokan antar massa tersebut.
Kasus ini masih terus dilakukan pendalaman oleh aparat kepolisian.
Hingga kini belum ada penetapan tersangka atas keributan yang terjadi pada Minggu malam kemarin.
Baca juga: KRONOLOGI Bentrokan di Tamansiswa Yogyakarta, Suasana Sempat Mencekam Kini Sudah Terkondisikan
Mirisnya Kondisi Patung Ki Hajar Dewantara
Pasca bentrokan, beginilah kondisi terkini patung Ki Hajar Dewantara yang berada di depan Pendopo Tamansiswa.
Patung Ki Hajar Dewantara seolah 'menangis' semalaman lantaran keributan dua kelompok yang terjadi di Jalan Tamansiswa, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Minggu 4 Juni 2023 malam.
Bentrokan yang terjadi antara massa dari kelompok suporter Brajamusti dan warga Jogja dengan kelompok perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Hujan batu dan teriakan yang keluar dari sejumlah massa terlibat bentrokan turut mewarnai Minggu malam kemarin.
Wajah Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar seakan tercoreng pada malam itu.
Keberadaan patung Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan tanah air yang begitu gagah tersemat di halaman Pendapa Tamansiswa, Jalan Tamansiswa, Yogyakarta ternodai oleh amukan massa.
Suara lirih dari Ki Hajar Dewantara terwakilkan oleh seorang perempuan berbaju biru yang tiba-tiba berteriak histeris meminta bentrokan harus segera disudahi.
Perempuan itu berteriak sembari menangis bahwasanya tepat di depan massa yang bentrok terdapat bangunan bersejarah yakni Pendopo Tamansiswa.

Bangunan itu menjadi cikal bakal dunia pendidikan Indonesia.
Mengapa bentrokan harus terjadi di Jalan Tamansiswa, di depan patung Bapak pendidikan tanah air Ki Hajar Dewantara?
Berdasarkan laporan kepolisian, bentrokan di Jalan Tamansiswa dimulai sejak pukul 17.00 WIB di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Di sana, kedua kelompok terlibat gesekan yang memicu adanya perkelahian hingga berlanjut pada Minggu malam di Jalan Tamansiswa.
Baca juga: Pendopo Tamansiswa Rusak Akibat Bentrokan Antarkelompok, Wanita Ini Histeris Coba Hentikan Massa
Gesekan yang berujung bentrokan itu dilatarbelakangi latarbelakangi oleh perkara yang sebelumnya terjadi di Pantai Parangtritis Bantul.
"Itu berkaitan dengan penganiayaan terhadap salah satu simpatisan dari PSHT yang dilakukan oleh simpatisan dari Brajamusti yang terjadi pada hari Minggu tanggal 28 Mei 2023 di Parangtritis Bantul," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Nugroho Arianto, di Mapolda DIY, Senin (5/6/2023).
Polisi pada Minggu malam langsung bergegas melakukan pengamanan di sejumlah titik lokasi tawuran.
Total, ada 16 kendaraan Dalmas yang diterjunkan untuk melerai massa yang bentrok pada saat itu.
Berdasarkan laporan kepolisian, bentrokan di Jalan Tamansiswa Kota Yogyakarta berlangsung sekitar dua jam yakni mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
"Kami melakukan pengamanan dua sisi namun beriringnya waktu juga mengganggu dari warga setempat sehingga terjadi gesekan," ujarnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Patung Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa Seolah 'Menangis', 352 Orang Diamankan, 9 Orang Luka-luka,
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.