Berita Bali

Cok Ace Katakan SE Nomor 4 Tahun 2023 Tak Singgung Soal Pendakian Gunung di Bali

Cok Ace Katakan SE Nomor 4 Tahun 2023 Tak Singgung Soal Pendakian Gunung di Bali

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) katakan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2023 tak ada menyinggung soal pendakian gunung. Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin 12 Juni 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) katakan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2023 tak ada menyinggung soal pendakian gunung.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin 12 Juni 2023. 

“Iya SE Nomor 4 kan belum ada menyinggung soal pendaki gunung tapi sedang dikaji lagi jadi kita masih kasih masukan. Tapi intinya bahwa masyarakat Hindu khususnya di Bali menyakini gunung adalah tempat disucikan dan disakralkan,” jelasnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, hal tersebut juga didukung dengan banyaknya fenomena akhir-akhir ini yang terjadi di Bali dan dinilai sudah kebablasan.

Ia pun memberikan contoh seperti di Gunung mengadakan pesta bahkan juga ada wisatawan di Gunung yang telanjang. 

“Ini tentu perlu pemikiran kita kedepan bagaimana satu sisi pariwisata kita berjalan di sisi lain ke sakralan dan kesucian keyakinan umat di Bali tidak terganggu itu saja intinya. Oleh sebab itu SE Nomor 4 belum menentukan masalah itu,” imbuhnya. 

Untuk pemandu gunung yang merasa dirugikan, Kata Cok Ace pihaknya masih mencari pengaturan dan jalan keluar.

Sementara untuk length of stay dikatakan Cok Ace itu merupakan keberhasilan dari Bali and Beyond Travel Fair (BBTF). 

“Ada Mandalika, Labuan Bajo dan lain sebagainya. Memang kita mengarah Bali menjadi destinasi untuk hub dari sini mereka akan menyebar ke tempat yang lain-lain,” paparnya. 

Baca juga: Pelatihan Offline Kartu Prakerja Diujicoba di 10 Provinsi termasuk Bali, Ini Keuntungan yang Didapat

Length of stay juga dinilai berpengaruh kepada okupansi Hotel di Bali.

Tentunya length of stay ini diimbangi oleh peningkatan kualitas pariwisata tentu dari segi rupiah dan devisanya tidak terpengaruh. 

Apakah Length of stay ini mempengaruhi keuntungan yang didapatkan Bali? Cok Ace mengatakan, tentunya tidak karena wisatawan  berlibur di Bali rata-rata dua minggu.

Pemprov Bali pun juga mempromosikan BBTF yang akan diadakan pada 17 Juni 2023 mendatang. Sekaligus juga mempromosikan beberapa destinasi di Indonesia.

“Jadi kita tidak memikirkan kompetitor justru kita membangun bersama-sama,” kata dia. 

“Tidak masalah Bali jadi hub dan fasilitas dan Airport kita dan lain sebagainya mengarah ke sana juga,” tutupnya. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved