Bali United

Tamparan Dari Vizcarra Jadi 'Ucapan Selamat Datang' Elias Dolah Dalam 'Kerasnya' Liga 1 Indonesia

Liga 1 musim 2023/2024 merupakan pengalaman pertama Dolah mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Istimewa/Vidio.com
Momen yang memperlihatkan Elias Dolah bersitegang dengan Esteban Vizcarra - Tamparan Dari Vizcarra Jadi 'Ucapan Selamat Datang' Elias Dolah Dalam 'Kerasnya' Liga 1 Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bek jangkung Bali United asal Thailand, Elias Dolah langsung merasakan drama dan 'keras'nya Liga 1.

Liga 1 musim 2023/2024 merupakan pengalaman pertama Dolah mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dinyatakan resmi bergabung setelah lolos tes medis, Dolah langsung mendapat pos utama sebagai bek tengah tandem dengan Kadek Arel Priyatna.

Laga melawan PSS Sleman pada Sabtu 1 Juli 2023 menjadi debutnya di Liga 1 2023/2024.

Baca juga: Suporter Boikot Bali United, Stadion Dipta Gianyar Sepi, Coach Teco Berharap Ada Solusi

Meski begitu, Dolah sebelumnya pernah bermain membela Bali United saat play-off leg kedua melawan PSM Makassar di Pare-pare pada 10 Juni 2023 lalu.

Banyak drama dirasakan Dolah, mulai dari konflik internal manajemen dan suporter.

Sehingga saat laga perdana sekaligus pembuka Liga 1 tak ada atmosfer fanatisme suporter Bali United yang sebelumnya ia puji-puji.

Hal itu karena sejumlah kelompok suporter Bali United memboikot pertandingan sebagai wujud protes kepada manajemen atas kenaikan harga tiket dari Rp 60 ribu menjadi Rp 100 ribu.

Selain itu, dalam laga debutnya, Dolah juga harus menerima kekalahan Bali United atas PSS Sleman.

Di samping itu yang membekas di benak Dolah adalah, dia mendapatkan ucapan selamat datang di Liga 1 dari tamparan yang mendarat di wajahnya oleh Esteban Vizcarra saat terlihat cekcok sekaligus mendapat kartu kuning pertamanya.

Peristiwa itu terjadi pada menit ke-80, saat rekannya, Eber Bessa dilanggar oleh Kim Jeffrey Kurniawan.

Lalu Elias Dolah datang untuk melindungi Eber Bessa, namun ia terlibat cekcok dan dorong-dorongan dengan Esteban Vizcarra.

Tamparan dari Vizcarra pun mendarat di wajah Dolah, dan kedua pemain ini sama-sama mendapatkan kartu kuning.

"Tentang kartu kuning saya, saya hanya melindungi teman saya (Eber,-Red), dan dia (pemain PSS, Vizcarra-Red) memukul wajah saya, bagi saya itu bukan kartu kuning untuk saya, tapi saya mendapat kartu kuning. Anda bisa lihat wajah saya juga terkena. Ini sambutan 'yang baik' untuk saya di Liga 1," ucap Dolah.

Dari penampilannya tandem dengan Kadek Arel, Dolah mampu menjadi benteng kokoh meredam serangan-serangan eksplosif yang dibangun pemain PSS Sleman.

Namun gol justru terjadi akibat blunder jenderal lapangan tengah, Brwa Nouri yang bermaksud mengumpan kepada Adilson Maringa, namun laju bola terlalu lemah dan direbut oleh Ricky Cawor lalu menghasilkan gol indah bola melambung dari jarak jauh.

"Tentu kami ingin kemenangan, tapi hasilnya berbeda. Kami harus perbaiki tim dari bertahan dan menyerang juga. Kami tidak mau bicara siapa yang salah, kekalahan ini adalah kesalahan tim, yang terpenting adalah perbaiki tim, dan mudah-mudahan saat kami bermain di Stadion Dipta lagi suporter bisa datang penuh memberikan kekuatan bagi kami," pungkas Dolah

Melihat kejadian itu, Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun tak terima, menurutnya seharusnya Esteban Vizcarra mendapatkan kartu merah dalam laga itu.

Namun, ia tetap mengakui keunggulan PSS Sleman.

"Seharusnya merah lawan kita harus jujur, tapi Sleman adalah tim yang bagus," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali United

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved