Berita Gianyar
Kasus Stunting Fluktuatif, Gianyar Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga
Kasus Stunting Fluktuatif, Gianyar Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus stunting di Kabupaten Gianyar cenderung fluktuatif, yakni terkadang menurun dan kadang naik.
Terakhir, data kasus stunting di tahun 2022 sebesar 6,3 persen.
Padahal di tahun 2021 sempat di angka 5,1 persen. Namun naik turunnya kasus tersebut masih jauh lebih baik dibandingkan tahun 2013 atau sebelum persoalan stunting ditangani oleh Pemkab Gianyar.
Dimana pada periode tersebut, stuntung menyentuh angka 40,9 persen.
Artinya, di tahun tersebut, hampir setengah masyarakat Gianyar mengalami permasalahan pada pertumbuhan otak dan fisiknya.
Stunting ini baru mendapatkan perhatian serius pada tahun 2018. Diawali dengan memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi baru lahir.
Dan, per 2023 ini, penanganan stunting telah menyentuh kebutuhan paling dasar. Yakni pangan. Karena itu, Pemkab Gianyar pun kini menelurkan program memperkuat ketahana pangan hingga skup rumah tangga.
Baca juga: Head to Head dan Prediksi Skor Persikabo 1973 vs Persija Jakarta: Ini Link Live Streamingnnya
Dengan program tersebut, kini desa-desa yang masyarakatnya banyak terkena stunting, diberitakan bantuan bibit tanaman.
Lalu tanaman sehat tersebut diberikan pada rumah tangga. Setiap rumah tangga ini wajib memeliharanya.
Hasilnya, diharapkan untuk konsumsi sehari-hari, dan jika memungkinkan bisa dijual untuk memenuhi perekonomian keluarga.
Kasi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Gusti Ayu Sugitarina Oka, Minggu 9 Juli 2023 membenarkan hal tersebut.
Dia menjelaskan, ada delapan desa yang menerima program ini.
Di antaranya, Desa Petak (Gianyar), Desa Kerta (Payangan), Desa Taro (Tegalalang), Desa Pejeng (Tampaksiring), Desa Batubulan Kangin (Sukawati), Desa Bedulu (Blahbatuh), Desa Singakerta (Ubud), dan Kelurahan Gianyar.
Kata dia, semua desa tersebut dalam status intervensi stunting, dalam pengertian masih ada kasus stunting dan berpotensi terjadi kasus stunting dengan berbagai parameter.
"Pemberian bantuan bibit tanaman ini guna memperkuat ketahanan pangan dalam rumah tangga. Sedangkan tanaman yang dibagikan mulai dari jeruk lemo, tanaman bunga sandat, kelor, kacang panjang, tanaman bunga gumitir, tomat, terong, dan cabai,"
"Jumlah bantuan yang diterima per desa bervariasi, 80 sampai seratusan bibit, tergantung data intervensi stunting," ujar pejabat yang karib disapa Gusti Ayu Ririn itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/swbvgdtnhyjfmnjyutgmk.jpg)