Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Pemkab Gianyar Sosialisasikan DTSEN, Wujudkan Data Sosial Ekonomi Tunggal dan Terintegrasi

Hindari Ketimpangan, Pemkab Gianyar Ambil Langkah Strategis Bangun Basis Data Sosial Ekonomi Terpadu

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sosialisasi: Pemkab Gianyar bersama BPS Bali dalam sosialisasi data tunggal, Rabu 7 Januari 2026. Pemkab Gianyar Sosialisasikan DTSEN, Wujudkan Data Sosial Ekonomi Tunggal dan Terintegrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah kerap terjadi, dan hal tersebut biasanya menimbulkan kebijakan yang keliru maupun tak selaras. 

Dampaknya, masyarakat kecil pun menjadi korban. 

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali mengambil langkah strategis untuk mewujudkan basis data tunggal terkait data sosial dan ekonomi, yang terintegrasi dan berkualitas di daerah dengan melaksanakan sosialisasi pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Rabu 7 Januari 2026.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen pelaksanaan Satu Data Nasional di daerah.

Baca juga: PETANI Jatiluwih Sepakat Cabut Seng & Plastik di Tengah Sawah, Ini Solusi Dari Pemkab Tabanan! 

Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, menekankan pentingnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah di era digital saat ini.

"Implementasi Satu Data Indonesia merupakan langkah strategis untuk menghindari tumpang tindih data, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran," tegas Sekda yang karib disapa Gus Bem itu.

Gus Bem juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kabupaten Gianyar sangat bergantung pada komitmen bersama, mulai dari pimpinan perangkat daerah, walidata, hingga produsen data. 

"Sehingga diperlukan sinergi, keterbukaan, dan konsistensi dalam menerapkan standar data, meta data, serta kemampuan sistem informasi," tambahnya.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan bahwa DTSEN menyatukan 3 jenis data sosial ekonomi seperti DTKS, P3KE, dan Ragsosek ditambah dengan data administratif lain untuk pemutakhiran data yang ada. 

"DTSEN divalidasi dengan data kependudukan di Dukcapil," jelas Agus Hendrayana.

Dalam pemutakhiran data DTSEN, BPS akan melakukan pendampingan teknis, melakukan penjaminan kualitas data dan pengawalan metodologi dan standar statistik nasional. 

Sedangkan Pemkab Gianyar memberikan dukungan kebijakan, pengorganisasian sumber daya, fasilitasi pelaksanaan di lapangan dan sosialisasi kegiatan Pemutakhiran DTSEN.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan satu basis data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, khususnya terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. 

"Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan, penanggulangan kemiskinan, pemberian bantuan sosial, serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran," pungkas Gus Bem. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved