Berita Bangli

Layanan Air Bersih di Wilayah Kota Bangli Lumpuh Akibat Dampak Bencana

Layanan Air Bersih di Wilayah Kota Bangli Lumpuh Akibat Dampak Bencana

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Direktur Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) Dewa Gede Ratno Siuparso Mesi saat melakukan pengecekan pipa di sumber mata air Tirta Barong yang hanyut, akibat meluapnya aliran air sungai sangsang 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hujan lebat yang melanda Kabupaten Bangli sejak beberapa hari terakhir tak hanya berdampak pada bencana alam.

Dampak lanjutan yang kerap terjadi yakni terganggunya distribusi air bersih dari Perusahaan Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli. 

Diketahui lokasi jaringan pipa distribusi air bersih yang berada di bantaran sungai, sangat rentan terdampak kerusakan saat terjadi hujan lebat.

Baik disebabkan tertimpa pohon tumbang, air bah, hingga tergerus longsoran tanah. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari PDAM Bangli, kerusakan jaringan pipa di sumber mata air terjadi di 12 titik.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Siuparso Mesi mengatakan, belasan titik kerusakan tersebut tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya Bangli, Susut dan Tembuku.

"Misalnya di wilayah Bangli, jaringan pipa di 4 titik yang terpasang di bantaran sungai Melangit diterjang longsor. Total panjang jaringan pipa yang hancur hampir mencapai 5 kilometer. Selain itu dua bak penangkap mengalami kerusakan parah, dan jaringan kabel sepanjang 400 meter putus," sebutnya Minggu (9/7/2023).

Kondisi serupa juga terjadi di sumber mata air Tirta Barong. Jaringan pipa sepanjang hampir satu kilometer hanyut karena meluapnya air sungai Sangsang. 

Kerusakan jaringan pipa di dua titik sumber mata air ini praktis berdampak pada lumpuhnya pelayanan air bersih, bagi sebagian besar pelanggan di wilayah Kota Bangli.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 Ala STY, Tak Beda Jauh Dengan Racikan Indra Sjafri?

Misalnya di lingkungan LC Aya yang mengalami gangguan air bersih sejak Jumat malam.

Tak hanya di lingkungan kota Bangli, pria yang akrab disapa Dewa Rono ini menyebut gangguan pelayanan juga dialami pelanggan di wilayah Susut.

Ini akibat kerusakan di sumber mata air Empelan Selat dan Galiran.

Sedangkan untuk kecamatan Tembuku, kerusakan terjadi di empat sumber mata air. Diantaranya Tirta Anyar Kedui, Desa Tembuku; sumber mata air Anakan Pande, di Dusun Tambahan, Desa Jehem; sumber mata air Yeh Bulan Pantunan, serta fasilitas perpompaan di Dusun Penarukan, Desa Peninjoan. 

Direktur asal Kelurahan Kawan, Bangli ini mengaku, pihak manajemen telah berupaya semaksimal mungkin menangani kerusakan yang terjadi. Upaya perbaikan sudah dilakukan sejak Kamis 6 Juli 2023. 

Dari 12 titik kerusakan yang terjadi, estimasi biaya perbaikan mencapai Rp 5,3 miliar.

Walaupun banyak kerusakan, pihaknya memastikan akan berupaya optimal untuk melakukan perbaikan.

"Manajemen dengan segala upaya yang ada akan berusaha menyelesaikan kerusakan yang terjadi. Perencanaan kami sebelum hari raya Galungan semua kerusakan sudah bisa tertangani," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved