Bali United

Suporter dan Manajemen Bali United Gelar Pertemuan, Bahas Isu Tiket Hingga Teco Out

Suporter dan Manajemen Bali United gelar pertemuan di Bali United Cafe, Stadion Kapten I Wayan Dipta, membahas isu tiket hingga Teco Out.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sekitar 10 komunitas supporter Bali United (BU) menggelar pertemuan dengan manajemen BU di Cafe Bali United, Stadion Dipta, Gianyar, Minggu 30 Juli 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sekitar 10 komunitas suporter Bali United (BU) menggelar pertemuan dengan manajemen BU di Cafe Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Minggu 30 Juli 2023.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Yabes Tanuri dan Pieter Tanuri.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu.

Di antaranya, harga tiket hingga adanya dorongan agar pelatih Bali United Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco agar out dari Bali United.

Dalam pembukaannya, Pieter Tanuri merespon kegaduhan suporter yang terjadi di media sosial.

"Mungkin kesalahan dari kita kurang komunikasi dan kurang memberikan informasi. Mungkin komunikasi belum sepenuhnya dua arah," ujarnya.

Diapun meminta perwakilan komunitas suporter mengerucutkan isu yang harus dibahas dalam pertemuan ini.

Sebab ia relatif kesulitan menyaring usul saran di media sosial.

"Zaman sekarang, zaman sosial media, yang diisukan apa. Tiket, pemain muda, atau apa. Terkait tiket naik, ada yang bilang managemen cari duit," ujar Pieter.

Baca juga: Kunci Kemenangan Bali United, Teco Sebut Motivasi Suporter dan Momen Perubahan Formasi Dewa United

Terkait disebut mencari uang dari tiket, Pieter pun membeberkan pendapatan BU di tahun 2022 lalu.

Ia membeberkan, pedapatan dari TV sebesar Rp 5 miliar, sponsor Rp 20 miliar, tiketing Rp 2 miliar.

"Jadi artinya, tidak ada 1 pun klub di Indonesia yang profit dari kegiatan bola. Saya sampai hari ini saya belum profit. Karena belanja pemain dan pendapatan tak seimbang. Tiap tahun saya rugi Rp 30-50 miliar. Kenapa saya mau rugi, karena saya ingin menang," tandasnya. 

Pieter mengatakan, dirinya masih mensubsidi BU sebesar Rp 30-40 miliar per tahun.

Karena keterbatasan anggaran itu pula, ia beberapa kali harus melepas pemain karena tak sanggup menggaji.

"Saat ini saya masih mensubsidi Rp 30-40 miliar, disubsidi dari bisnis yang lain. Mohon maaf, jika nanti saya tak sanggup lagi mensubsidi, saya akan memainkan semua pemain muda dan mencari pemain asing harganya bisa menyesuaikan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved