Bali United

Boikot Supporter Selesai! Muhammad Rahmat Senang, Siap Hadapi Laga Bali United Selanjutnya!

Bali United menjalani dua laga kandang. Hari ini menjamu Persik Kediri, selanjutnya menghadapi PSM Makassar.

instagram @m rahmat
Kembalinya suporter membuat Muhammad Rahmat merasa tak sendiri lagi. Fans Bali United mencabut boikot dan menyatakan akan meramaikan laga kandang. Bali United menjalani dua laga kandang. Hari ini menjamu Persik Kediri, selanjutnya menghadapi PSM Makassar. 

TRIBUN-BALI.COM - Kembalinya suporter membuat Muhammad Rahmat merasa tak sendiri lagi. Fans Bali United mencabut boikot dan menyatakan akan meramaikan laga kandang. Bali United menjalani dua laga kandang. Hari ini menjamu Persik Kediri, selanjutnya menghadapi PSM Makassar.

"Saya dengar suporter sudah hadir di Stadion Dipta. Dukung kami, tentu itu harapan dan sesuatu hal yang positif untuk kami. Semangat luar biasa suport kami, kami tidak merasa sendirian lagi," ucap Rahmat, Minggu (6/8).

Rahmat mengaku tak mau kehilangan poin lagi menghadapi siapapun yang bertandang ke stadion berkapasitas 16.000 itu. Rahmat juga meminta suporter menjadikan Stadion Dipta tempat yang angker lagi untuk tim lawan.

"Kami bertekad semuanya siapapun yang datang ke Dipta kami tidak mau kehilangan poin. Kami akan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan di Dipta. Kami berjuang bersama (suporter) dengan harapan semoga Tuhan memberi kemenangan," ujar Rahmat.

Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar bakal kembali bergetar saat Bali United menggelar laga kandang. Suporter militan North Side Boys (NSB) 12 resmi mencabut boikot menyusul kesepakatan dengan manajemen.

Baca juga: BAHAYA Persib Bandung Vs Persis Solo! 4 Pemain Maung Bandung Dikabarkan Absen, Bojan Hodak Bingung!

Baca juga: Usai Tumbangkan PSM Makassar, Persik Kediri Kejar Poin Atas Bali United di Stadion Dipta

Kelompok Suporter North Side Boys saat mendukung Bali United di stadion Dipta pada pertandingan melawan Borneo FC di Piala Presiden 2018 lalu
Kelompok Suporter North Side Boys saat mendukung Bali United di stadion Dipta pada pertandingan melawan Borneo FC di Piala Presiden 2018 lalu (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sebelumnya, NSB12 dan manajemen sempat "diem-dieman" akibat meledaknya konflik kenaikan harga tiket laga kandang. Kini NSB12 siap kembali memberikan dukungan secara langsung di Stadion Dipta.

“Dengan ini kami resmi mencabut boikot yang kita lakukan dan siap kembali hadir di tribun utara saat match home selanjutnya,” tulis caption akun sosial resmi northsideboys12 dikutip Tribun Bali, Minggu (6/8).

NSB resmi mencabut boikotnya menyusul kesepakatan dengan manajemen mengenai harga tiket yang diturunkan dari Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu. Rinciannya Rp 75 ribu untuk tiket dan Rp 5.000 untuk donasi kegiatan sosial.

NSB menyampaikan, pencabutan boikot tersebut hasil pertemuan dengan manajemen Bali United dan hasil forum diskusi sub komunitas Northsideboys12 pada Sabtu 29 Juli 2023 malam. "Kami telah menemukan jalan tengah dalam menyelesaikan tuntutan untuk harga tiket yang kami suarakan," demikian tulis postingan itu.

Melalui hasil pertemuan itu, NSB12 menerima penjualan tiket dengan sistem early bird seharga Rp 80 ribu yang didistribusikan hingga H-1 laga home dan saat hari pertandingan Rp 100 ribu. Sistem ini diberlakukan selama kompetisi 2023/2024 dan dievaluasi kembali pada awal musim berikutnya.

Terkait kegiatan sosial dari penyisihan dana Rp 5.000 kali jumlah tiket pertandingan yang laku terjual, setiap komunitas suporter berhak mengajukan usul kegiatan sosial yang akan dilakukan untuk kemudian dipertimbangkan oleh manajemen.

Sedangkan tiket kelas VIP untuk early bird berlaku sampai H-1 sebesar Rp 350 ribu dan di hari pertandingan kembali ke harga normal Rp 400 ribu. Dalam pengambilan keputusan ini, perwakilan manajemen dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, Ketua LOC Stadion Kapten I Wayan Dipta, I Ketut Suantika, dan bos besar Bali United, Pieter Tanuri.

North Side Boys 12 mengikuti diskusi lebih dulu. Diskusi selanjutnya melibatkan North Bali Hooligan, Semeton 69, Soccer Community, Semeton Dewata, Semeton Bulldog, Semeton Nyem Lalah, Semeton Dewata Tabanan, Basudewa, Brigaz Bali, dan Serdadu Tridatu Pemecutan.

Komunitas yang tidak hadir dari Semeton Bali Barat, Settan, Fatherless, dan Nyame Bali United Basudewa. Hasil ini disepakati setelah perhitungan jumlah kehadiran perwakilan suporter yang telah memenuhi standar pengambilan keputusan. (ian)


Meruntuhkan Mental Musuh

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved