Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

68 Rudal dan 178 Drone Rusia Dilumpuhkan Ukraina, Presiden Zelensky Puji Amerika dan Jerman

68 Rudal dan 178 Drone Rusia Dilumpuhkan Ukraina, Presiden Zelensky Puji Amerika dan Jerman

Instagram
Rencana Pertemukan Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin di KTT G20 Bali Terancam Batal 

TRIBUN-BALI.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memuji sistem pertahanan udara yang disediakan oleh Amerika Serikat (AS) dan Jerman, Minggu (6/8/2023).

Presiden Zelensky mengatakan, sistem pertahanan udara canggih, termasuk Patriot buatan AS dan IRIS-T buatan Jerman, telah terbukti sangat efektif dan memberikan hasil yang signifikan.

Pujian Volodymyr Zelensky ini setelah Ukraina menembak jatuh sebagian besar serangan Rusia selama seminggu terakhir.

Baca juga: Pensiunan Tentara Ukraina Dibui 7 Bulan! Sebelumnya Dituntut 5 Tahun Penjara, Ada Perbedaan Pendapat

Ukraina dikabarkan menembak jatuh 65 rudal dari berbagai jenis dan 178 drone, termasuk 87 Shahed buatan Iran.

Militer Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 30 rudal dan 48 serangan udara.

"Sayangnya, ada korban jiwa dan luka-luka di antara penduduk sipil."

Baca juga: Pensiunan Tentara Ukraina Dibui 7 Bulan! Sebelumnya Dituntut 5 Tahun Penjara, Ada Perbedaan Pendapat

"Bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil lainnya rusak," ujar perwakilan militer dalam sebuah pernyataan, Minggu, dilansir VOI.

Namun, Rusia membantah dengan sengaja menargetkan warga sipil atau rumah sakit militer dalam invasi besar-besaran ke Ukraina.

Di sisi lain, Rusia melaporkan telah menembak jatuh pesawat tak berawak yang menuju Moskow dalam serangan ketiganya dalam seminggu terakhir.

Serangan Rudal Rusia Hantam Perusahaan Aeronautika

Pada Sabtu (5/8/2023), serangan misil Rusia menghantam fasilitas kelompok aeronautika Ukraina Motor Sich.

Motor Sich merupakan satu dari beberapa perusahaan yang diminta oleh pemerintah Ukraina sejak invasi Rusia.

“Hari ini ada serangan rudal Rusia lainnya terhadap negara kami. Kinzhals, kaliber."

"Mereka menabrak Motor Sich di dekat Khmelnytskyi di Ukraina barat, sekitar 300 kilometer (190 mil) barat daya Kyiv," ungkap Zelensky dalam pidatonya, Sabtu, dikutip dari Arab News.

Zelensky mengatakan serangan itu termasuk senjata hipersonik Kinzhal Rusia, yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved