Berita Buleleng
Lestarikan Permainan Tradisional, 45 Peserta Ikut Lomba Engklek dan Sepit-Sepitan
Lestarikan Permainan Tradisional, 45 Peserta Ikut Lomba Engklek dan Sepit-Sepitan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM , SINGARAJA - Sebagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional yang hampir punah akibat perkembangan teknologi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menggelar lomba Engklek dan Sepit-Sepitan.
Lomba diikuti oleh sejumlah siswa PAUD serangkaian HUT ke-78 RI di Taman Kota Singaraja, Senin, 14 Agustus 2023.
Dari pantauan di lokasi, dalam permainan tradisional sepit-sepitan itu peserta dibagi dalam beberapa kelompok.
Selanjutnya masing-masing kelompok saling beradu kecepatan untuk memindahkan beberapa biji kelereng menggunakan sepit atau penjepit yang terbuat dari bahan bambu.
Kelereng kemudian dimasukan ke dalam tabung.
Peserta tercepat yang berhasil memindahkan kelereng ke dalam tabung dinobatkan sebagai pemenang.
Sementara dalam permainan Engklek, dimainkan oleh beberapa peserta.
Selanjutnya masing-masing peserta mengikuti pengundian nomor urut yang dilakukan melalui hompimpa dan suit.
Peserta yang mendapatkan nomor urut pertama mendapatkan kesempatan untuk melemparkan gaco yang terbuat dari potongan keramik, ke atas bidang berupa gambar delapan kotak dan satu gambar gunung.
Gaco dilempar pada kotak pertama, kemudian pemain melompat-lompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya secara berurutan.
Baca juga: Gubernur Koster Serahkan Piala Gubernur Bali ke Pemenang Festival Layangan Bali
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti lomba permainan tradisional tersebut.
Guru hingga orangtua siswa juga ikut menyaksikan lomba tersebut, sambil berteriak memberikan semangat.
Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan lomba permainan tradisional ini diikuti 45 peserta dari beberapa PAUD yang ada di Buleleng.
Lomba ini pun digelar mengingat permainan tradisional saat ini mulai ditinggalkan oleh anak-anak akibat perkembangan teknologi.
Untuk itu melalui momentum HUT Kemerdekaan RI ini, pihaknya ingin kembali memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak.
Dalam lomba ini pihaknya menyiapkan uang pembinaan, trophy serta sertifikat.
"Kami ingin permainan tradisional ini tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Keberadaan permainan ini sudah ada sejak dulu. Selain HUT RI, kami juga akan rutin mengadakannya saat HUT Kota, Hari Pendidikan Nasional dan hari Korpri," jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.