Berita Bali
Bali Terancam Polusi Udara, Jumlah Kendaraan Mencapai 4,7 Juta
polusi udara di Bali, kendaraan di Bali mencapai 4,7 juta yang didominasi kendaraan roda dua
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain Jakarta, Pulau Bali juga diminta untuk lebih berhati-hati dengan adanya polusi udara.
Emisi yang juga dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga fosil dan juga kendaraan bermotor membuat Bali juga rentan terkena polusi udara.
Saat ini kendaraan di Bali mencapai 4,7 juta yang didominasi kendaraan roda dua dengan jumlah 3,8 juta.
"Bali sebetulnya lumayan terancam dari pollution index. Kalau angin bergerak, masih aman. Kalau tidak ada angin, itu masalahnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Gde Wayan Samsi Gunarta, Rabu 23 Agustus 2023.
Baca juga: Polusi Udara Jakarta, Dispar Harapkan Pekerja WFH Datang, Silakan Work from Bali
Sementara untuk mengurangi polusi udara harus mengubah gaya hidup masyarakat dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum.
Selain itu, beralih juga dengan menggunakan kendaraan listrik.
Jika dua hal ini diterapkan sangat membantu mengurangi polusi udara di Bali.
“Kurangi beraktivitas menimbulkan polusi. Transportasi sumber polusi yang cukup besar selain energi. Diharapkan bisa menerapkan praktik sustainable transportation, beralih ke angkutan publik. Kalau bisa segera beralih ke kendaraan listrik. Dua hal bisa membantu. Ini sudah agak mendesak dan perlu langkah langkah lebih cepat," imbuhnya.
Dari 4,7 juta kendaraan bermotor, kendaraan listrik baru digunakan mencapai 3.000 dan jumlahnya sangat jomplang.
Meski ada uji emisi, tidak serta merta mengurangi emisi kendaraan.
"Uji emisi kabupaten/kota itu cukup repot karena setiap kendaraan harus diuji. Gampang beralih ke kendaraan listrik. Migrasi belum banyak ada di angka 3.000 sampai 4.000, sepeda motor 3,8 juta. Ya memang pelan-pelan berproses," bebernya.
Sementara itu, pihak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Made Teja mengklaim udara di Bali bersih dengan index 89 persen pada 2023 ini.
Hasil tersebut juga valid diuji alat yang dipasang di beberapa daerah di Bali.
Teja mengaku tidak tahu data atau informasi yang beredar mengatakan udara di Bali buruk.
Ia mempertanyakan data tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.