Bayi Tertukar di Bogor
Sosok Siti Mauliah, Ibunda Bayi Tertukar di Bogor, Sadar Ada yang Berbeda Setelah Setahun Merawat
Siti Mauliah melahirkan anak keempatnya secara caesar di Rumah Sakit Sentosa, Jalan Raya Kemang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sosok Siti Mauliah, Ibunda Bayi Tertukar di Bogor, Sadar Ada yang Berbeda Setelah Setahun Merawat
Kasus bayi tertukar di Bogor dipastikan valid.
Hal ini berdasarkan tes DNA di Puslabfor Polri, Sentul, Kabupaten Bogor.
Hasil tes DNA bayi tertukar di Bogor diumumkan pada Jumat (25/8) kemarin dipastikan tertukar.
"Ditemukan memang fiks 99,99 persen berdasarkan data dari Kapuslabfor yang diwakili oleh beliau bahwa anak tersebut memang tertukar," kata Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, dalam jumpa pers di Mako Polres Bogor dilansir Tribun-Jabar.
Artinya, mereka tak diasuh orang tua kandung selama ini.
Diketahui, Siti Mauliah baru resmi melaporkan ke polisi terkait bayi tertukar di Bogor setelah satu tahun melahirkan.
Ia melahirkan anak keempatnya itu pada 18 Juli 2022.
Tengah menjadi perbincangan, lantas siapakah Siti Mauliah?
Sosok Siti Mauliah
Siti Mauliah melahirkan anak keempatnya secara caesar di Rumah Sakit Sentosa, Jalan Raya Kemang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Siti Mauliah merupakan ibu rumah tangga yang berusia 37 tahun.
"Ibu rumah tangga," kata pengacaranya, Rusdy Ridho, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Sabtu (12/8).
Siti Mauliah memiliki seorang suami bernama Muhammad Tabrani.
Suami Siti Mauliah bekerja sebagai buruh pabrik di Tangerang.
Siti Mauliah dan Muhammad Tabrani memiliki empat orang anak.
Anak keempat Siti Mauliah merupakan bayi tertukar di Bogor memiliki karakter yang sangat berbeda
"Bayi ini beda dari saudara lain. Kalau yang lain tidak aktif pas kecilnya," kata Rusdy.
Sementara itu, Siti Mauliah membeberkan hari pertama melahirkan, ia bertemu dengan sang anak.
Diketahui, ia juga sempat menyusui.
"Bayi saya itu gak ada tanda. Rambutnya juga tipis, gak tebal kaya yang sekarang," kata Siti Mauliah.
Siti menjelaskan bayi yang dirawat selama satu ini memiliki rambut yang tebal.
Selain itu di tubuhnya pun memiliki sejumlah seperti tanda.
Siti Mauliah menerangkan terduga orang tua bayi tertukar di Bogor beralamat di wilayah Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Ia sudah pernah ke sana menemui, namun pihak di sana menolak melakukan tes DNA.
Siti berpesan dan berharap agar terduga orang tua bayi tertukar mau untuk melakukan tes DNA.
"Semoga membukakan hatinya mau menuruti permintaan saya, saya gak minta apa-apa, saya minta tes DNA, biar ada kepastian ke saya itu benar atau tidaknya itu bayi saya yang diurus sama dia," kata Siti Mauliah.
Usahanya menemui jalan buntu, Siti Mauliah pun melaporkan kasus bayi tertukar di Bogor pada polisi Polres Bogor.
Bayi Fiks Tertukar
Kedua orang tua bayi tertukar di Bogor tersebut sudah melakukan tes DNA di Puslabfor Polri, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (21/8).
Ibu, ayah dan anak keduanya dites DNA guna mengungkap kasus bayi tertukar di Bogor.
Isak tangis ibunda bayi tertukar di Bogor pecah saat mediasi hasil tes DNA di Mako Polres Bogor.
Mediasi bersama kedua pihak keluarga bayi tertukar ini dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.
Belum diketahui secara pasti apakah bayi tersebut sudah ditukar dan dikembalikan ke orang tua kandungnya masing-masing.
Namun, pihak keluarga yang ikut dalam mediasi hasil tes DNA bayi tertukar ini tampak menangis saat keluar dari gedung Mapolres Bogor.
Keluarga sang bayi yang keluar dari ruangan memilih tempat gelap dan sepi.
Mereka memilih menjauh dari awak media yang menantinya karena ingin menenangkan diri.
Namun tak berselang lama, keluarga kembali masuk ke ruangan untuk kembali melakukan mediasi.
Insiden bayi tertukar ini terungkap berawal dari kecurigaan pasangan suami istri Muhammad Tabrani (52) dan Siti Mauliah (37).
Siti Mauliah tak menyangka jika bayi laki-laki yang selama ini bersamanya bukan darah dagingnya.
Hingga akhirnya, kecurigaan Siti dan suaminya semakin menguat jika bayi yang bersamanya selama setahun tersebut bukanlah anak kandungnya.
Siti dan sang suami pun menggali informasi soal dugaan bayinya tertukar.
Namun, saat itu pihak rumah sakit membantah jika telah melakukan kelalaian.
Pihak rumah sakit berkilah, jika hanya gelang nama saja yang tertukar, bukan bayinya.
"Jadi semenjak itu klien kami mencari kebenaran informasi, tapi pihak rumah sakit mengatakan hanya gelang yang tertukar," ucapnya.
Kemudian, pihak Siti Mauliah pun meminta kepada Rumah Sakit Sentosa agar bayi yang selama ini dirawatnya untuk dilakukan tes DNA pada dua bulan lalu.
"Jadi valid hasil DNA itu bukan anak dari Ibu Siti. Jadi sekarang itu yang ada di Bu Siti bukan anak dia," ucapnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.