Mata Lokal Memilih Series di Bali

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan, Suarsana Golkar Bali: Pertanian Jadi Sektor Prioritas

Mata Lokal Memilih Series di Bali, Wakil Ketua Bappilu Golkar Bali menuturkan sektor pertanian semestinya menjadi supporting utama

|
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Wakil Ketua Bappilu Golkar Bali Komang Suarsana. Ungkap pertanian jadi sektor prioritas haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan - Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan, Suarsana Golkar Bali: Pertanian Jadi Sektor Prioritas 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Golkar Bali angkat bicara terkait haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan.

Komang Suarsana, Wakil Ketua Bappilu Golkar Bali menuturkan sektor pertanian semestinya menjadi supporting utama selain pariwisata.

“Pertanian itu dalam kondisi di masa lalu, masa kini, dan masa depan semestinya harus kita bangun. Sektor pertanian sesungguhnya menjadi supporting utama,” ungkapnya saat menghadiri Talkshow Tribun Bali, Sabtu 2 September 2023.

Baginya, pertanian menduduki posisi strategis di Bali.

Baca juga: Ciptakan Pemuda Bali Berprestasi di Masa Depan, De Gadjah Soroti Soal Akademik dan Non Akademi

Hal ini lantaran segala sektor termasuk pariwisata, disupport oleh sektor pertanian.

Lantaran posisinya yang strategis, Komang Suarsana memprediksi sektor pertanian akan menjadi sektor utama di Bali pada masa yang akan datang.

“Pariwisata disupport oleh pertanian. Sektor-sektor yang lain juga disupport oleh pertanian.”

“Kalau boleh saya katakan, dalam 100 tahun ke depan ini, seharusnya sektor pertanian menjadi sektor prioritas di Bali,” imbuhnya.

Dalam mewujudkannya, disebut perlu adanya komitmen bersama dari stakeholder terkait.

Seperti salah satunya tidak meninggalkan warisan dari para leluhur dalam rangka transformasi pertanian ke aktivitas yang lebih modern.

“Bagaimana pertanian itu ke depan bisa dibangun dengan sebuah komitmen.”

“Bisa dibangun dengan tidak meninggalkan warisan di masa lalu untuk ditransformasikan ke dalam aktivitas pertanian yang lebih modern,” ungkapnya.

Yang kini menjadi “PR”, kata Komang Suarsana, adalah membangun kolaborasi dan sinergi para pihak.

Hal itu dilakukan demi menciptakan pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.

“Tinggal bagaimana membangun kolaborasi dan sinergi, sehingga pertanian kita ke depan itu memang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved