Berita Bangli

Gara-gara Over Kapasitas, Anggaran Bahan Makanan di Rutan Bangli Minus!

Anggaran bahan makanan (Bama) untuk warga binaan, di Rumah Tahanan Kelas II B Bangli telah habis. Kondisi ini disebabkan kapasitas rutan

Istimewa
Ilustrasi - Anggaran bahan makanan (Bama) untuk warga binaan, di Rumah Tahanan Kelas II B Bangli telah habis. Kondisi ini disebabkan kapasitas rutan yang melebihi daya tampung. Plt Kepala Rutan Kelas II B Bangli, Agus Setiawan menyebutkan, sejatinya kapasitas Rutan Bangli hanya 116 orang. Kendati demikian, saat ini diisi 437 orang. Oleh sebab itu kelebihan daya tampung mencapai 374 persen. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anggaran bahan makanan (Bama) untuk warga binaan, di Rumah Tahanan Kelas II B Bangli telah habis. Kondisi ini disebabkan kapasitas rutan yang melebihi daya tampung.

Plt Kepala Rutan Kelas II B Bangli, Agus Setiawan menyebutkan, sejatinya kapasitas Rutan Bangli hanya 116 orang.

Kendati demikian, saat ini diisi 437 orang. Oleh sebab itu kelebihan daya tampung mencapai 374 persen.

 

Baca juga: Festival Nusa Penida 2023 Akan Tampilkan Tarian Pendet Pasepan Massal, Simak Beritanya

Baca juga: Mendagri Lantik Sang Made Mahendra Jaya Sebagai Penjabat Gubernur Bali, Simak Berita Selengkapnya!

Suasana di Rutan Kelas II B Bangli, Selasa (5/9/2023).
Suasana di Rutan Kelas II B Bangli, Selasa (5/9/2023). (Istimewa)

 

"Penyebab peningkatan kapasitas ini pasca dilakukan renovasi LP Kerobokan. Sehingga beberapa warga binaan dari sana, di layar ke Bangli.

Di samping itu pihak Kejaksaan Negeri Denpasar dan Badung, yang biasa menitipkan tahanan di LP Kerobokan, kini menitip tahanan di Rutan Bangli," ucapnya Selasa (5/9/2023).

Meningkatnya jumlah penghuni saat ini, imbuhnya, tentu berpengaruh terhadap ketersedian anggaran. Terutama untuk pemenuhan bama. Diakui dia, anggaran bama yang tersedia telah habis per Agustus kemarin.

Untuk pemenuhan kebutuhan makan dan minum warga binaan, imbuhnya, sementara ditalangi atau menjadi tanggung jawab rekanan penyedia.

Mengacu pada kondisi yang terjadi, Agus Setiawan menegaskan pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran ke pusat. "Setelah anggaran tersedia akan dibayarkan kekurangnnya," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved