Berita Gianyar
Krisis Guru ASN di SDN 2 Temesi, Perbekel Minta ke Dinas Tapi Belum Ditanggapi
Krisis Guru ASN di SDN 2 Temesi, Perbekel Minta ke Dinas Tapi Belum Ditanggapi
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Temesi, Kecamatan Gianyar, diajar oleh tujuh orang guru.
Dari total tersebut, hanya satu orang yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sisanya honorer.
Kepala desa bersama masyarakat pernah menghadap Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, untuk mengajukan pengisian ASN.
Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, Rabu 6 September 2023 mengatakan, krisis guru berstatus ASN di SDN 2 Temesi telah terjadi sejak lama.
Kata dia, awalnya ada dua guru ASN, dan itupun yang lagi satu adalah kepala sekolah.
Namun sejak kepala sekolah pensiun, saat ini hanya ada satu ASN.
Dan, ASN tersebut pun kini, selain menjabat sebagai pelaksana tugas kepala sekolah, juga bertugas sebagai pengajar.
Sebab total guru di sini hanya enam orang termasuk ASN tersebut.
"Jumlah pengajar di sekolah itu yakni, satu guru ASN sebagai Plt kepsek, dua guru bertatus tidak tetap (GTT), empat guru honor," ujar Branayoga.
Bahkan, kata dia, saat ini honorer operasional BOS juga merangkap guru. Sebab jumlah guru dan siswa di sekolah ini cukup tumpang-tindih. Adapun jumlah siswa yang bersekolah di sini sebanyak 137 orang.
"Saat ini kekurangan dua guru kelas, kelas II dan kelas III. Untuk saat ini kelas tersebut diajar oleh guru Bahasa Inggris dan operator BOS," jelasnya.
Diapun mengungkapkan, dengan banyaknya guru berstatus honorer itu, sebagian besar dana BOS digunakan untuk menggaji guru tersebut.
Dia juga mengungkapkan, proses belajar mengajar juga menjadi tak maksimal. Sebab guru honer yang pendapatannya minim, rata-rata mencari tambahan penghasilan dengan mengajar di tempat lain.
"Dengan honorer yang banyak, dana bos tersedot ke gaji. Pendidikan tidak maksimal. Kami bersama masyarakat sudah berusaha menghadap Kepala Dinas. Tapi sampai saat ini, tidak ada informasi yang jelas. Kondisi ini menyebabkan kepercayaan masyarakat khususnya di zona SDN 2 Temesi menurun, tiap hari dan tiap saat mereka mengeluhkan situasi ini," ungkapnya.
Baca juga: Mobil PLN Terperosok ke Sungai Sedalam 3 Meter
Pihaknya pun berharap pihak terkait di Pemkab Gianyar tak menutup mata atas kondisi ini.
"Kami harap agar pejabat terkait bisa menjawab. Sekarang ada pembukaan guru P3K. Kami kirim surat ke bupati dan Dinas Pendidikan Gianyar. Jawabannya belum ada. Mohon solusi apa yang harus kami lakukan di Desa Temesi," ujarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.