Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

PDAM Bangli Pastikan Debit Air di Musim Kemarau Aman

Musim kemarau di Bangli, Dewa Rono menegaskan, pihaknya terus melakukan inventarisasi sumber-sumber air lainnya di Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Musim kemarau erat kaitannya dengan dampak kekeringan.

Kendati demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak berimbas pada kesulitan air bersih akibat penurunan debit air.

Hal ini diungkapkan Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi.

Ia menjelaskan penurunan debit air bersih bukan semata-mata karena pengaruh musim kemarau.

Baca juga: PDAM Sasar Pelanggan Baru, Gratiskan Biaya Sambungan Baru Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sebab pada musim hujan pun bisa terjadi penurunan debit air.

"Memang penurunan debit air ini sulit diprediksi. Hanya saja dari hasil pemantauan kami, sejauh ini kondisi debit air masih normal," ucapnya, Selasa 5 September 2023.

Menurut Direktur yang akrab disapa Dewa Rono itu, penurunan debit air justru merupakan siklus 4 sampai 8 tahunan.

Apabila tengah memasuki siklus, penurunan debit air bisa mencapai lebih dari 50 persen.

Misalnya pada tahun 2017 lalu, yang mencapai 80 persen penurunan debit air.

"Jika sampai terjadi penurunan debit air lagi, bahkan hingga 80 persen, tentu konsekuensinya pelayanan tidak bisa maksimal. Untuk pendistribusian air ke pelanggan akan dilakukan pola bergilir," kata dia.

Dewa Rono juga menegaskan, pihaknya terus melakukan inventarisasi sumber-sumber air lainnya di Bangli.

Tujuannya sebagai sumber alternatif apabila sewaktu-waktu terjadi penurunan debit air di sumber mata air utama.

Dengan demikian bisa dijadikan tambahan produksi.

Pria asal Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli itu juga menyampaikan permohonan maaf pada para pelanggan, khususnya di wilayah Kota Bangli, Bali.

Sebab beberapa hari ini, pelayanan air bersih belum maksimal akibat dampak proyek revitalisasi saluran drainase.

"Kami harus buka-tutup valve untuk mempercepat dan mempermudah perbaikan jaringan pipa distribusi, yang terdampak alat berat excavator. Walau demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menjaga kontinyuitas pelayanan di wilayah terdampak," tegasnya. (*)

Kumpulan Artikel Bangli

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved